Bagaimana Cara Mengetahui Skincare yang Tidak Cocok di Kulit? Begini Penjelasan dari dr. Richard Lee

inNalar.com – Dalam video pribadinya di kanal YouTube, dr. Richard Lee menjelaskan bahwa tidak ada skincare yang tidak cocok ke kulit.

Skincare dapat disebut cocok karena menyesuaikan kebutuhan kulit, sehingga sebelum membeli skincare perlu mengetahui keperluan masing-masing. Simak penjelasan dari dr. Richard Lee di sini.

Hanya saja, terkadang orang-orang membeli skincare karena ‘teracuni’ oleh review dan juga menjadi konsumsi harian artis.

Baca Juga: 11 Juli 2023 Ada Peringatan Hari Populasi Sedunia, Capai 8 M Jiwa Thomas Eriksen Sebut Dunia Sudah Overheat

Ada juga yang membeli karena ingin terlihat mewah, sebagaimana beberapa produk skincare dikenal dengan harga yang tidak murah.

Berikut dr. Richard Lee menyampaikan tanda-tanda apabila produk skincare tidak cocok kepada kulit.

Yang pertama, kulit akan terasa panas dan juga kemerahan. Hal ini dapat terjadi karena kandungan yang berada dalam produk tidak dapat ditolerir oleh lapisan pelindung kulit.

Baca Juga: 12 Juli 2023, Peringatan Hari Malala: Kisah Perjuangan Penuh Haru Gadis Pejuang Hak Pendidikan Bagi Perempuan

Sehingga, kulit akan merasa terancam dan minumbulkan reaksi alergi dan merasakan panas.

Kedua, kulit menjadi lebih kering atau semakin berminyak setelah memakai produk skincare.

Ini terjadi karena kandungan skincare terlalu overdosis ke kulit, dan biasanya karena pemakaian produk yang salah.

Baca Juga: Kenali Kadar Gula Darah Normal yang Tepat untuk Setiap Usia, Mulai dari Balita hingga 60 Tahun

Semisal sebuah produk dikhususkan untuk kulit berminyak namun memakainya untuk kulit sensitif, akan membuat kulit semakin kering.

Diusahakan untuk mempelajari kandungan skincare terlebih dahulu sebelum membeli produk.

Yang ketiga, terjadi reaksi gatal berkelanjutan dan terus-menerus.

Kemungkinan terjadi karena produk memiliki zat adiktif yang tidak cocok kepada kulit.

Keempat, munculnya beruntusan dan jerawat dalam jangka panjang.

Munculnya hal ini disebabkan ada bahan dalam produk yang menyebabkan penyumbatan pori-pori atau iritasi pada kulit.

Misalnya, penggunaan produk dengan kandungan alkohol, terutama ethanol, dapat mengiritasi kulit dan memicu munculnya jerawat.

Yang terakhir, tidak ada hasil yang terlihat setelah rutin menggunakan produk skincare.

Bisa jadi produk skincare yang dipakai tidak sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki.

Perlu diingat bahwa setiap individu memiliki reaksi kulit yang berbeda-beda, tergantung produk yang dipakai.

Skincare yang cocok bagi satu orang belum tentu berlaku untuk orang lain.

Jika mengalami ketidakcocokan setelah menggunakan produk skincare, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit.

Sehingga, penderita bisa mendapatkan saran yang lebih spesifik dibanding mencari solusi dari internet.***(Ajeng Marcelliani)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]