

inNalar.com – Tercatat angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia mencapai 46.000 dari bulan Januari hingga Agustus 2024.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Kompleks DPR RI, Senayan pada 2 September 2024.
Kementeriannya tak hanya diam melihat angka tersebut dan sudah melakukan berbagai macam upaya sebagai langkah mitigasi.
“Memang kita akhir-akhir ini banyak mengalami PHK. Kita terus memitigasi agar jangan sampai PHK itu terjadi,” ucap Ida.
Ida menyebut bahwa upaya-upaya mitigasi tersebut sudah berhasil menekan terjadnya PHK setelah memeprtemukan manajemen perusahaan dan pekerja.
Tak hanya itu, Ida juga menyebutkan bahwa kementeriannya sudah menyelenggarakan bursa kerja nasional yang memberikan 178.000 lowongan pekerjaan beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Andah Anggoro Putri menyebutkan ada 3 provinsi dengan angka PHK paling besar yaitu Jawa Tengah, DKI, Jakarta, dan Banten.
Meski tak masuk dalam 3 besar provinsi yang paling besar angka PHK-nya, Jawa Timur termasuk provinsi yang jumlah penduduk miskinnya cukup tinggi.
Dari data Badan Pusat Statistik Jawa Timur yang diperbarui pada 30 Agustus 2024, jumlah penduduk miskinnya di angka 3.982.690.
Baca Juga: Nama Han So Hee Ikut Terseret Usai Berita Penangkapan Sang Ibu, Diduga Terlibat Perjudian Ilegal
Meski jumlah ini cenderung menurun jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang menyentuh angka 4.188.810, pemerintah tetap harus melakukan upaya mitigasi karena angka tersebut masih terbilang tinggi.
Jika dilakukan penelusuran lebih dalam, daerah yang menyumbang angka kemiskinan di Jawa Timur bukanlah di pusat kotanya yaitu Surabaya namun di Sampang, Madura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur yang diperbarui pada 5 Agustus 2024, jumlah penduduk miskin di Sampang ada di angka 214.320 jiwa atau 20,83% dari seluruh provinsi.
Menempati urutan kedua ada Bangkalan dengan jumlah penduduk miskin di angka 190.940 jiwa atau 18,66%.
Tak banyak selisihnya dengan angka penduduk miskin di Bangkalan, Sumenep menempati urutan ketiga di angka 196.420 jiwa atau 17,78 %.
Selanjutnya ada daerah Probolinggo dengan jumlah penduduk miskin 185.4200 jiwa di urutan ke empat dan daerah Tuban di urutan kelima dengan angka 171.240 jiwa.
Baca Juga: Hati-Hati E-Meterai Palsu! Pelamar CPNS 2024 Wajib Cek Sebelum Unggah Dokumen CPNS 2024
Di urutan ke-enam dan ke-tujuh ada Pacitan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 73.030 jiwa dan Bondowoso sebanyak 99.620 jiwa.
Situbondo menjadi daerah ke-delapan dengan jumlah penduduk miskin 80.170 jiwa dan Madiun di urutan ke-sembilan dengan jumlah penduduk miskinnya 73.750 jiwa.
Di nomor 10 ada Trenggalek dengan jumlah penduduk miskinnya 73.150 jiwa.
Guna menekan angka kemiskinan daerah ini selain menjalankan upaya pemerintah, kita juga perlu membangun kemandirian dalam lingkup masayarakat sekitar.
Perintisan usaha yang padat karya akan bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di daerah karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi