

inNalar.com – Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan satu bulan penuh yang bisa dilafadzkan untuk menghindari lupa.
Niat ibarat gerbang utama untuk melaksanakan ibadah apapun, termasuk didalamnya adalah puasa Ramadhan 1443 Hijriah.
Niat menjadi salah satu syarat sah puasa. Ulama sepakat bahwa niat adalah salah satu rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan sekalipun.
Namun realitanya, manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Sehingga niat puasa Ramadhan terkadang tidak dilakukan dan terlewat begitu saja hingga tengah melaksanakan puasa.
Lupa membaca niat puasa adalah hal yang fatal, puasa dianggap tidak sah jika dilakukan tanpa niat pada malam harinya.
Sebagai langkah untuk antisipasi menghindari kelalaian itu, umat Muslim dapat melakukan niat puasa untuk sebulan. Niat ini dilakukan menjelang malam pertama Ramadhan.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan dari Beberapa Versi, Lengkap Lafadz Arab, Latin dan Artinya
Namun ada hal yang perlu digaris bawahi. Niat puasa lebih baik dilakukan sekali untuk satu hari puasa. Artinya niat satu hari digunakan untuk satu hari puasa juga.
Niat puasa satu bulan hanya dilafadzkan sebagai langkah preventif kalau-kalau Anda lupa tidak melafadzkan niat puasa di hari tertentu. Tetapi Anda juga harus melafadzkan niat puasa harian.
Adapun niat puasa Ramadhan untuk sebulan penuh adalah :
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala.
Artinya, “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Versi bacaan yang lainnya, berikut niat puasa ramadhan madzhab maliki:
نَوَيْتُ صَوْمَ شهر رمضان ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahru romadhona lilllahi ta’ala
Artinya ” Saya niat puasa ramadhan satu bulan penuh karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Apakah Menangis bisa Membatalkan Puasa Ramadhan? Simak Pandangan Buya Yahya Berikut Ini
Madzhab Maliki memang berpendapat bahwa niat puasa itu satu paket, jadi bisa untuk 29 atau 30 hari. Mazhab Maliki memiliki pandangan bahwa bacaan niat puasa sama setiap harinya, sebenarnya tidak ada Fariq (titik perbedaan) antara niat sebulan berpuasa di awal Ramadhan dan hari berikutnya.
Menurut tiga mazhab selain Malikiyyah, niat wajib diulangi dan diperbarui setiap harinya jelang berpuasa.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi