Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih, Lengkap dengan Doa Kamilin Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya


inNalar.com –
Simak tata cara sholat tarawih beserta niatnya dalam artikel ini.

Selain tata cara sholat tarawih dan niatnya, artikel ini juga menyajikan doa kamilin lengkap dengan artinya.

Diketahui solat tarawih merupakan salah satu solat sunnah yang dilakukan saat Ramadhan tiba.

Baca Juga: Doa Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 2023, Dilengkapi Tulisan Arab, Latin, Arti dan Adab Ketika Berziarah

Dikerjakan setelah Isya, sholat tarawih langsung dianjurkan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana hadist berikut.

“Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).

Selanjutnya untuk jumlah rakaat sholat tarawih bisa dilakukan sekurang-kurangnya 11 hingga 23 rakaat beserta witir.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Sukabumi, Jawa Barat Selama Ramadhan 2023 atau 1444 H

Dalam rakaat solat tarawih juga memiliki dua pilihan, yakni dengan 2 rakaat solat dan 4 rakaat solat.

Kedua pilihan tersebut memiliki perbedaan niat pada jumlah rakaat dalam satu solat.

Dianjurkannya untuk sholat tarawih selama Ramadhan tidak lepas dari keutamaan yang dimiliki, salah satunya bisa mendatangkan ampunan dan bisa menggugurkan semua dosa.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasa, Dilengkapi Amalan saat Sahur dan Buka Puasa

“Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.”(Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

Karena itu banyak umat muslim yang menyambut dengan semangat salah satu ibadah sunnah khas Ramadhan ini.

Untuk memahami tata cara sholat tarawih, mari simak di bawah ini pembahasannya.

Baca Juga: Kata-Kata Mutiara dan Ucapan Malam Nisfu Syaban, Cocok Dibagikan ke Teman dan Jadi Update Status Media Sosial

1. Niat sholat tarawih

Niat sholat tarawih 2 rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta’ala

Artinya: Aku berniat salat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

Niat sholat tarawih 4 rakaat

“Ushalli sunnatan Taraawihi arba’a raka’atim mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa.”

Artinya: Saya niat salat sunnah tarawih empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Baca Juga: Perbedaan Zakat dan Infak: Simak Penjelasan Hukumnya, Dilengkapi Dalil Shahih

2. Takbiratul ihram

3. Membaca Al-Fatihah, dilanjut surah Alquran pilihan

5. Rukuk

6. İktidal

7. Sujud pertama

8. Duduk di antara dua sujud

9. Sujud kedua

11. Bangkit dan kerjakan rakaat selanjutnya dengan urutan sama seperti sebelumnya

12. Salam setelah sujud kedua. Setiap salam ketika hendaknya membaca doa:

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ كَرِيْم تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْم

Allohumma innaka afuwwun kariim tuhibbul afwa fa’fuanni.

Baca Juga: 10 Ucapan Bulan Ramadhan 2023 M atau 1444 H Penuh Harapan dan Doa, Cocok untuk Update Status WhatsApp

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia.

13. Ditutup dengan istigfar dan doa kamilin, berikut doa kamilin:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn.

Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn.

Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn.

Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în.

Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. 

Artinya, “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu,

Yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami.

Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.

Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Rekomendasi