Baby Blues Bisa Berdampak Buruk Bagi Bayi dan Hubungan Keluarga, Kenali Penyebab dan Gejalanya di Sini


inNalar.com
– Inilah penjelasan mengenai baby blues syndrome, perasaan sedih yang dialami ibu pasca melahirkan, dilengkapi dengan penyebab dan gejalanya.

Perempuan yang baru melahirkan akan menyesuaikan dengan pola kehidupan baru mengikuti sang anak. Beberapa dari mereka yang tidak siap menjalani kehidupan barunya akan merasakan stress dan mengarah pada gejala baby blues syndrome.

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, baby blues syndrome atau postpartum distress adalah suatu bentuk kesedihan atau kemurungan yang dialami ibu setelah melahirkan.

Baca Juga: Shin Tae-yong Akui Malaysia Jadi Penyebab Piala AFF 2022 Dilirik Media Korea Selatan, Kok Bisa?

Baby blues syndrome sangat rentan terjadi terutama pada ibu-ibu yang memiliki latar belakang kesehatan mental atau rentan kesehatan mental.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Penyebab baby blues syndrome bisa jadi karena rasa sakit pasca melahirkan, kurang tidur, dan bingung saat bayi menangis tak kunjung diam.

Perasaan-perasaan itu mempengaruhi hormon pada saat kehamilan dan saat melahirkan. Bahkan, fenomena yang muncul di lingkungannya dapat mengganggu keseimbangan individu yang bersangkutan.

Baca Juga: 5 Bintang Muda di Piala AFF 2022 Ini Bisa Menarik Perhatian Para Penonton, Nomor 4 dari Indonesia Loh!

Gejaya Baby Blues Syndrome

Gejala baby blues syndrome biasanya terlihat satu sampai dua minggu setelah melahirkan. Namun, gejala itu juga bisa berlangsung selama satu hingga dua bulan.

Ketika seorang ibu mengalami baby blues syndrome, ia akan memperlihatkan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Merasa cemas tanpa sebab;
  • Menjadi tidak sabar;
  • Tidak percaya diri terhadap kemampuannya menjadi seorang ibu;
  • Menjadi sensitif dan merasa khawatir dengan keadaan bayinya;
  • Mengalami kesulitan tidur;
  • Berkurangnya nafsu makan;
  • Tidak memperhatikan keadaan anak;
  • Takut untuk menyentuh anak.

Apabila gejala-gejala yang dialami tersebut tidak ditangani, maka dapat menyebabkan terjadinya deperesi yang lebih berat. Hal itu bisa berdampak negatif pada ibu, perkembangan anak, hubungan pernikahan, dan hubungan dengan keseluruhan anggota keluarga.

Baca Juga: Prediksi Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2022: Keisuke Honda Mampukah Redam Pasukan Shin Tae-yong?

Salah satu alasan seorang perempuan mengalami baby blue syndrome yakni karena kurangnya dukungan sosial dari keluarga, terutama suami.

Apabila gejala muncul dan segera ditangani dengan dukungan dari suami dan keluarga maka kondisi psikis ibu akan segera membaik.

Namun, jika sudah ditangani tapi gejala sedih, lelah, bahkan hilang minat lebih dari dua minggu maka harus segera ditangani oleh profesional. 

Baca Juga: Orang Baru Hadir di Sinopsis Drama Korea The Interest of Love Episode 2, Berikut Link Nonton sub Indo Full HD

Dari uraian di atas kita bisa memahami betapa peran suami dan keluarga sangat  penting bagi ibu yang baru melahirkan, baik sebagai pencegahan terjadinya baby blues syndrome maupun untuk mengurangi gejala-gejala negatif lainnya.

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]