

InNalar.com – Sumatera Utara (Sumut) akan memiliki bandara baru.
Bandara tersebut nantinya akan berada di Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu.
Namun dalam membangun proyek ini, ternyata nantinya akan membabat kelapa sawit yang luasnya mencapai 160 hektar.
Pasalnya, bandar udara ini memang direncanakan akan menggunakan lahan yang luasnya mencapai 160 hektar.
Adapun lahan seluas itu nantinya akan menggunakan tanah dari PTPN3.
Sebenarnya pembangunan bandar udara di Sumut ini akan terjadi di 2 tempat sekaligus.
Baca Juga: 3 Jam dari Banjarmasin, Pasar Apung di Kalimantan Selatan Ini Masih Berlakukan Sistem Barter
Salah satunya adalah lapangan terbang yang ada di Mandailing Natal.
Namun kali ini pembahasannya adalah lapangan terbang yang ada di Labuhanbatu, yang sudah digagas cukup lama.
Sebab lapangan terbang di Labuhanbatu ini gagasannya sudah ada lebih dari 10 tahun lalu.
Tepatnya, gagasan untuk membangun bandar udara ini telah muncul sejak tahun 2007 yang lalu.
Akan tetapi, rencana tersebut baru dapat terlaksana pada tahun 2020 kemarin.
Dilansir InNalar.com dari Pemkab labuhanbatu diketahui pada tahun 2020 ini proyek pembangunannya juga telah dimasukan ke APBN.
Sementara itu untuk di tahap awal pembangunan, nantinya lapangan terbang ini akan dapat didarati pesawat jenis ATR.
Sekedar informasi, jika menggunakan mobil, jarak dari Medan hingga Labuhanbatu ini jaraknya sekitar 300 km, atau 7-8 jam perjalanan.
Sedangkan untuk nama resminya, bandar udara ini sebenarnya belum memiliki nama resmi yang telah dicantumkan.
Karena belum memiliki nama resmi, maka lapangan terbang di Sumatera Utara ini akan dipanggil dengan Bandara Labuhanbatu atau Bandara Aek Nabara. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi