

InNalar.com – Saat memiliki food estate atau lumbung pangan yang baik, maka hal ini bisa meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Sebab itulah selama masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kepala negara Indonesia ini menggagas ide food estate yang berada di Merauke, Papua.
Nama dari pekerjaan tersebut adalah proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), yang dilakukan di Merauke.
Baca Juga: Daerah Otonomi Baru, Provinsi Jambi Ingin Lakukan Pemekaran Wilayah hingga Usul 3 Daerah, Apa Saja?
Proyek MIFEE sendiri merupakan mega proyek besar dengan tujuan untuk menanam kelapa sawit dantanaman pangan.
Adapun lokasi tersebut dahulu terjadi di Dusun Sirapuh, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.
Pasalnya, Merauke sendiri memiliki hamparan tanah datar yang sangat potensial untuk digunakan sebagai penanaman lahan untuk padi, gandum, kelapa sawit ataupun tebu.
Sayangnya dalam menjalankan proyek tersebut, diharuskan untuk merusak hutan.
Sebab 90% lahan yang digunakan untuk dijadikan Proyek MIFEE itu masihlah berupa hutan alami.
Hal tersebut mengarah dari ancaman ke konservasi, bahkan hingga rentannya untuk menyingkirkan komunitas lokal.
Tidak berhenti disitu saja, bahkan komite PBB tentang penghapusan diskriminasi rasial sampai memberikan suara agar proyek di Merauke Papua ditangguhkan.
Dilansir InNalar.com dari berbagai sumber, adapun lahan yang digunakan dalam Proyek MIFEE adalah seluas 1,2 juta hektar yang dikerjakan di Merauke, Papua.
Akan tetapi, saat Proyek MIFEE di Merauke ini diberlakukan, hasilnya pun tidak memuaskan.
Karena dari target 1,2 juta hektar, yang tercapai hanyalah tidak lebih dari 400 hektar.
Seiring waktu berlalu, terdapat pula proyek yang sama di lahan tersebut, semasa pemerintahan presiden RI Joko Widodo.
Jadi secara tidak langsung bisa dikatakan juga jika Proyek MIFEE merupakan cikal bakal dari program food estate di Daerah Merauke.
Presiden Jokowi selama kunjungan kerjanya pada tahun 2015 telah menyampaikan jika Merauke akan dijadikan sebagai food estate atau lumbung pangan nasional, dengan target luas lahan 1,2 juta hektar.***