Babat Hutan 5.300 Hektar! Eksploitasi Emas 2 Miliar Ton di Tambang Onto NTB Ini Malah Didukung Gubernur


inNalar.com
– Pastinya warga Indonesia harus setuju jika Nusantara memang memiliki kekayaan mineral seperti emas.

Selain di Papua, ternyata Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki potensi mineral tersebut, bahkan jumlahnya mencapai 2 miliar ton.

Walaupun untuk mengeksploitasi mineral yang berada di tambang itu, nantinya harus membabat hutan hingga ribuan hektar.

Baca Juga: Mudah! Berikut Cara Ajukan KUR BRI secara Online, Pinjamannya Bisa sampai Rp500 Juta?

Adapun pemilik dari harta karun yang berhasil ditemukan itu adalah PT Sumbawa Timur Mining (PT STM).

PT STM sendiri sebenarnya selama ini telah melakukan pencarian serta eksploitasi hasil mineral bumi sejak 1998.

Tepatnya pencarian itu dilakukan di tambang Onto, yang berada di kabupaten Dompu, kecamatan Hu’u.

Baca Juga: Nilai Kontraknya Rp1,47 Triliun, Bendungan Mbay di Nagekeo NTT Dibangun Guna Dongkrak Produksi Pangan sampai 250 Persen

Karena ditemukannya harta karun tersebut, tentu juga membuat pemerintah memiliki masukan lain karena potensinya yang cukup melimpah.

Pasalnya selain penemuan tersebut, ternyata ditemukan pula potensi energi sumber panas bumi yang terdapat pada lokasi yang dimaksud.

Bahkan sebenarnya PT STM yang telah 25 tahun mencari hasil mineral bumi hingga saat ini masih terus melakukan pencarian agar dapat menemukan kembali potensi-potensi yang memungkinkan.

Baca Juga: Fantastis! Uang Logam Rp500 dan Rp1000 yang Ditarik BI Malah Dijual Seharga 3 Unit Vario 160 di Tokopedia, Benarkah?

Sedangkan untuk harta karun yang ditemukan di NTB tersebut, ternyata lokasinya berada di hutan sehingga membutuhkan ijin pemerintah setempat.

Dilansir inNalar.com dari ntbprov pada bulan Agustus 2023, PT STM telah melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB guna membahas hal ini lebih lanjut.

Walau nantinya akan membabat hutan, namun sang Gubernur itu memberikan jawaban positif akan hal tersebut.

Baca Juga: Dulu Miskin, Kini Desa Kecil di Gresik Jawa Timur Ini Jadi Kampung Miliarder, Sekolah Full Beasiswa sampai Gaji Warga Rp7 Juta per Bulan

Karena pertemuan itu juga guna membahas sekaligus menandatangani kesepakatan/MOU pada tambang Onto.

Selain itu pembahasan yang terjadi pada bulan Agustus itu juga menyinggung tentang perubahan Fungsi Kawasan Hutan yang luasnya mencapai 5300 hektar.

Bahkan dalam melakukan hal itu, gubernur setempat juga memberikan dukungan penuh agar proyek yang dimiliki PT STM ini dapat berjalan.

Baca Juga: Penting Untuk Diterapkan! Ini 5 Tips Menentukan Prioritas Keuangan, Pentingkah Berinvestasi?

Walau memang pada akhirnya harus ada pembabatan hutan 5300 hektar, atau harus ada alih fungsi lahan.

Pasalnya saat proyek tersebut berjalan, nantinya akan ada pula pemberdayaan masyarakat lokal sehingga bisa terjadi upgrade kemampuan warga sekitar.

Pada awal tahun 2022 kemarin PT STM telah merilis pengumuman jika potensi sumber daya mineral Tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton (Mt).

Baca Juga: Investasi Rp1.561 Triliun di Sultra, Perusahaan Bahan Baku Baterai Asal China Ini Bakal Buka Pabrik Seluas 11 Ribu Ha di Kawasan Hutan, Amankah?

Berdasarkan penemuan itu, diketahui terdapat kadar 0,96%Cu (Tembaga) dan 0,58 g/t Au (Emas) dengan potensi sumber daya mineral total Tereka adalah 1,0 Mt yang memiliki kadar 0,7% tembaga dan 0,4 g/t emas.

Walaupun totalnya nanti mencapai 2 miliar ton emas, namun setelah diolah akan berbeda lagi jumlahnya.

Hal ini dikarenakan jumlah 2 miliar ton itu sebenarnya masih berbentuk Ore, sehingga pada saat diekstrak dan diolah, maka jumlahnya akan menurun.

***

 

Rekomendasi