
inNalar.com – Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas kunci jawaban untuk Buku Bahasa Indonesia kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 160–165, yang terdapat di bab 7 bertema “Asal-Usul”.
Di bab 7 bertema “asal-usul” ini, siswa diajak menyelami sebuah teks yang diperdengarkan melalui audio oleh guru, sebelum melatih kemampuan mereka dalam mengidentifikasi informasi penting dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Materi ini sangat krusial bagi siswa kelas 4, karena memberikan bekal keterampilan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pelajaran ini juga membantu membangun rasa percaya diri siswa menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Baca Juga: 21 Sekolah SD Terbaik di Sidoarjo dengan Akreditasi Unggulan Menurut BAN PDM
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 4 halaman 160 sub-bab ‘Menulis’
Soal:
1. Pada paragraf pertama, ceritakan tentang asal orang tua dan kakek-nenekmu
2. Pada paragraf kedua, sampaikan penyebab mereka pindah ke tempat tinggalmu yang sekarang
3. Pada paragraf ketiga, tuliskan tentang keinginanmu sendiri. Di daerah atau kota manakah kamu ingin tinggal? Jelaskan alasanmu!
Jawaban:
Kakek dan nenek dari pihak ibu saya adalah orang asli suku Jawa karena berasal dari Muntilan, Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, kakek dari pihak ayah saya adalah suku Sunda karena berasal dari Banten, sedangkan nenek dari pihak ayah saya adalah keturunan asli Tionghoa. Meskipun mereka berbeda suku, mereka saling menghormati budaya masing-masing, dan itu membuat keluarga kami menjadi sangat menarik.
Saat ini, keluarga saya tinggal di Surabaya. Setelah menikah, ayah dan ibu saya pindah ke Surabaya karena ayah mendapat tugas dari kantornya untuk bekerja di kota ini. Kami sudah lama tinggal di sini. Oleh karena itu, Surabaya menjadi rumah yang nyaman bagi keluarga kami
Di masa depan, saya ingin tinggal di Bandung. Saya pernah berlibur ke sana, kota ini meninggalkan kesan mendalam. Bandung adalah kota yang sangat indah, udara di sana sejuk dan tidak panas. Selain itu, saya suka melihat pegunungan dan kebun-kebun yang hijau di daerah Cimeunyan. Bandung juga punya banyak tempat menarik seperti taman, museum, dan tempat makan enak. Bandung memiliki tempat-tempat penuh kenangan yang membuat saya ingin kembali lagi suatu saat nanti.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 4 halaman 165 sub-bab ‘Berdiskusi’
Soal:
1. Apa masalah yang dialami tokoh dalam cerita ini?
2. Apa perbedaan panganan buatan A joe dengan panganan buatan Warsih?
3. Bagaimana perasaan A Joe dan Warsih ketika orang-orang menolak panganan buatan mereka?
4. Apa usaha A Joe dan Warsih untuk mengatasi masalah mereka?
5. Menurut kamu, mengapa Warsih mau mengikuti rencana A Joe?
6. A Joe dan Warsih sepakat untuk menciptakan resep lumpia baru. Menurut kamu, bagaimana perbedaan lumpia lama mereka dengan versi yang baru?
7. Apakah menurut kamu cerita ini berdasarkan kisah nyata? Dari mana kamu mengetahuinya?
8. Menurut kamu, bagaimana proses percampuran budaya/akulturasi lewat makanan ini?
Baca Juga: Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024, Ini Dia 20 Sekolah Terbersih di Jawa Barat
Jawaban:
1. Penjual Lumpia bernama A Joe saat itu tengah berkeliling untuk menjual lumpia yang telah dibuatnya di kawasan Kampung Melayu. Meskipun banyak orang bertanya, namun tiada satupun yang membeli lumpia buatan A Joe karena mereka mengetahui bahwa isian lumpia itu mengandung olahan rebung dan daging babi.
2. Lumpia buatan A Joe dan Warsih berbeda olahan isiannya. Untuk olahan isian lumpia A Joe adalah campuran dari rebung dan babi. Sedangkan untuk olahan isian lumpia Warsih adalah campuran kentang dan udang.
3. A Joe merasa sedih dan sedikit berkecil hati karena merasa bahwa orang-orang di Kampung Melayu tidak tertarik dengan lumpia hasil produksinya. Hal ini terjadi karena
A Joe menjajakan lumpia babinya ke wilayah Kampung Melayu yang mayoritas masyarakatnya adalah kaum Muslim yang berasal dari Arab dan Gujarat. Sedangkan Warsih menjual lumpia olahannya di kawasan Pecinan yang kurang sesuai dengan masyarakat Tionghoa.
4. Mereka berdua kerja sama untuk mencipta resep baru yang bisa diterima oleh masyarakat di kawasan mereka. Mereka membuat resep lumpia yang terbuat dari rebung dan campuran udang.
Baca Juga: Program Baru Kemendikdasmen-Kemendes Bisa Buka Peluang Kerja untuk Guru PAUD-TK, Begini Aturannya
5. Karena bagi Warsih, mencoba hal baru ini adalah suatu pembelajaran penting karena mengandung ilmu baru yang bisa berguna di masa depan.
6. Bahan-bahan yang A Joe dan Warsih gunakan telah disesuaikan dengan selera masyarakat setempat, yaitu campuran udang dan rebung. Pemilihan udang karena jenis seafood ini adalah makanan halal. Disisi lain, masyarakat Tionghoa juga suka cita rasa dalam udang. Nah, olahan rebung dan udang untuk bahan yang tepat karena kombinasi ini sangat enak dan harganya yang cukup terjangkau.
7. Iya, ini adalah cerita asli karena ada cuplikan narasi yang berisi sejarah lumpia.
Baca Juga: Kemendikdasmen Akan Buka Lowongan Guru PAUD-TK Setelah Program Bangun Sekolah Dini Ini Selesai
8. Akulturasi adalah bentuk penggabungan kebudayaan tanpa harus menghilangkan unsur budaya asli. Di cerita ini, penggunaan nama dan isian lumpia disesuaikan dengan selera masyarakat yang mendiami kawasan Kampung Melayu dan kawasan Pecinan.
9. Makanan lumpia adalah khas Semarang, Jawa Tengah.
Itulah referensi kunci jawaban pada buku Bahasa Indonesia Kurukilum Merdeka kelas 4 SD/MI halaman 160-165 bab “Asal-Usul” yang bisa kamu jadikan acuan dalam belajar. ***