Bab 6 Persilangan Dihibrid, Kunci Jawaban IPA kelas 9 SMP Hal 150 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

inNalar.com – Kali ini, kita akan memecahkan Kunci jawaban Bab 6 sub-bab “Persilangan Dihibrid” dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 9 SMP halaman 150 Kurikulum Merdeka edisi revisi.

Bab 6 “Persilangan Dihibrid”, siswa akan mempelajari lebih dalam tentang pewarisan sifat yang lebih kompleks dibandingkan monohibrid, karena kita akan menyelami dua sifat sekaligus dalam satu persilangan.

Memahami materi persilangan dihibrid ini sangat penting, karena siswa dapat memahami bagaimana sifat-sifat organisme diwariskan, sekaligus membuka wawasan terhadap aplikasi genetika di berbagai bidang.

Baca Juga: Bacaan ‘Tukang Ojek Payung’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Hlm. 101-104: Menganalisis Teks Eksplanasi

Kunci Jawaban IPA kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka Halaman 150 “Mari Uji Kemampuan Kalian”

Soal

Mengingat dan Memahami

1. Mengapa Mendel melakukan percobaan terkait pewarisan sifat menggunakan kacang ercis?

2. Apa perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid?

Baca Juga: Uang Kuliah Naik Dampak Efisiensi Anggaran Pendidikan? Begini Kata Mendiktisaintek Satryo

Mengaplikasikan

3. Seorang pasangan suami istri memiliki rambut keriting heterozigot. Karakter rambut lurus bersifat resesif. Berapakah persentase kemungkinannya mereka memiliki anak dengan rambut lurus?

Menalar

4. Sepasang suami istri berkulit normal terkejut ketika mendapatkan anak yang albino. Albino adalah kelainan yang ditandai dengan tidak adanya pigmen melanin pada kulit seseorang dan bersifat resesif. Apakah mungkin hal ini terjadi pada pasangan tersebut? Buatlah diagram persilangan untuk mendukung argumentasi kalian!

Jawaban:

Mengingat dan Memahami

1. Gregor Mendel memilih kacang ercis (Pisum sativum) dalam percobaannya karena beberapa alasan ilmiah yang mendukung penelitian genetika, yaitu:

– Mudah dikembangkan dan memiliki siklus hidup pendek, sehingga dapat diamati dalam beberapa generasi dengan cepat.

Baca Juga: Awas! Ketahuan Menyontek di Kampus Swasta Ternama Jakarta Barat Ini Bisa Langsung Drop Out Loh

– Memiliki sifat-sifat yang kontras dan mudah diamati, seperti warna bunga (ungu/putih), bentuk biji (bulat/keriput), dan warna biji (kuning/hijau).

– Dapat melakukan penyerbukan sendiri dan silang, sehingga dapat dikontrol secara eksperimen untuk mengetahui bagaimana sifat diwariskan dari generasi ke generasi.

– Memiliki pola pewarisan yang jelas, di mana sifat-sifat tertentu dikendalikan oleh satu gen dengan dua alel, sehingga mudah dianalisis secara matematis menggunakan hukum pewarisan Mendel.

Baca Juga: Chapter 5 ‘Internet Safety Rules’, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Questions Hlm. 306

Dengan menggunakan kacang ercis, Mendel dapat menemukan Hukum Pewarisan Mendel, yaitu Hukum Segregasi (pemisahan alel) dan Hukum Asortasi Bebas (pewarisan alel secara acak), yang menjadi dasar ilmu genetika modern.

2. Perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid adalah:

– Persilangan monohibrid adalah persilangan yang hanya melibatkan satu sifat beda (satu pasang alel). Contohnya, persilangan antara kacang ercis berbiji bulat (BB) dengan kacang ercis berbiji keriput (bb).

Baca Juga: Mahasiswa Surabaya Wajib Tahu! 7 Tempat Hidden Gem di Kampus ITS Ini Harus Kalian Kunjungi di Waktu Senggang

Hasil dari persilangan Mm × Mm menunjukkan perbandingan fenotip 3:1 dan genotip 1:2:1.

– Persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat beda (dua pasang alel). Contohnya, persilangan antara kacang ercis berbiji bulat-kuning (BBYY) dengan biji keriput-hijau (bbyy).

Hasil persilangan MmNn × MmNn akan menghasilkan perbandingan fenotip 9:3:3:1 sesuai Hukum Asortasi Bebas Mendel.

Perbedaan mendasar antara monohibrid dan dihibrid terletak pada jumlah sifat yang diamati dan pola pewarisan yang terjadi.

Persilangan monohibrid mengikuti hukum segregasi, sedangkan persilangan dihibrid juga mengikuti hukum asortasi bebas.

Baca Juga: Efek Anggaran Kemendikti Saintek Dipangkas: 663.821 Mahasiswa KIPK Terancam Putus Kuliah, Penerima Beasiswa di Luar Negeri Penuh Cemas

Mengaplikasikan

3. Diketahui:

  • Orang tua heterozigot berarti memiliki genotip Kk.
  • Rambut keriting dominan (K)
  • Rambut lurus resesif (k) 

Diagram Punnett untuk Kk × Kk:

 K k
KKKKk
kKkkk
  •  Hasil kombinasi genotip:
    – KK (rambut keriting homozigot) → 1 bagian (25%)
    – Kk (rambut keriting heterozigot) → 2 bagian (50%)
    – kk (rambut lurus) → 1 bagian (25%)

Jawaban: Kemungkinan pasangan tersebut memiliki anak dengan rambut lurus (kk) adalah 25% atau 1:4.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Chapter 5 Section 8 Hlm. 289-298

Jadi, berdasarkan hukum pewarisan Mendel, dalam persilangan antara dua individu heterozigot (Kk × Kk), sifat resesif hanya muncul jika anak mewarisi alel resesif dari kedua orang tua (kk) yang probabilitasnya adalah 25%.

Menalar

4. Ya, hal ini sangat mungkin terjadi jika kedua orang tua adalah pembawa sifat albino (heterozigot Aa), meskipun mereka sendiri tidak menunjukkan gejala albinisme.

Baca Juga: Bab 5 Pewarisan Sifat dan Bioteknologi, Kunci Jawaban IPA kelas 9 SMP Hal. 145 Kurikulum Merdeka

Diketahui:
– A = gen normal (dominan)
– a = gen albino (resesif)

Jika kedua orang tua memiliki genotip Aa (pembawa sifat albino), maka persilangan mereka akan menghasilkan:

 Aa
AAAAa
aAaaa
  •  Hasil kombinasi genotip:
    – AA (normal homozigot) → 1 bagian (25%)
    – Aa (normal pembawa sifat albino) → 2 bagian (50%)
    – aa (albino) → 1 bagian (25%)

Jawaban: Probabilitas anak mereka lahir dengan kondisi albino (aa) adalah 25% atau 1:4. Hal ini disebabkan karena:

Baca Juga: Bab 5 Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi Kimia, Kunci Jawaban IPA kelas 9 SMP Hal. 138 Kurikulum Merdeka

– Albinisme diwariskan sebagai sifat resesif autosomal, yang berarti seseorang hanya akan mengalami kondisi ini jika mewarisi dua alel resesif (aa).

– Meskipun kedua orang tua tampak normal, mereka bisa saja heterozigot Aa, yang berarti mereka adalah carrier atau pembawa sifat tanpa menunjukkan gejala.

– Jika kedua orang tua Aa menikah, maka peluang mereka memiliki anak albino adalah 25%, sesuai hukum segregasi Mendel.

Jadi, itulah kunci jawaban dari buku IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka halaman 150 pada bab 6 sub-bab persilangan dihibrid. (***)