
inNalar.com – Pada kesempatan ini, kita akan mengupas dengan tuntas kunci Jawaban bab 5 tentang “Reaksi-Reaksi Kimia dan Dinamikanya” di buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 9 SMP halaman 111 Kurikulum Meredeka edisi revisi.
Pada bab 5 ini, para siswa akan mengenal berbagai reaksi kimia yang sering terjadi dalam kehidupan, kecepatan reaksi, dan energi dari reaksi. Lebih dari itu, mereka juga akan belajar bagaimana cara menuliskan persamaan kimia sesuai dengan rumus dan simbolnya.
Bab 5 ini sangat penting, karenai membantu siswa memahami bagaimana zat berubah dalam kehidupan. Selain itu, menuliskan persamaan kimia dengan benar juga penting, agar prediksi hasil reaksi dapat membantu analisis ilmiah dan industri.
Kunci Jawaban IPA kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka Halaman 111 “Aktivitas 5.1”
Soal: Beberapa contoh reaksi kimia terlihat dalam gambar berikut. Dapatkah kalian menyebutkan pereaksi dan produk dari masing-masing contoh reaksi kimia itu? Tuliskanlah di buku catatanmu lalu diskusikanlah dengan teman-teman dan gurumu.
Jawaban
1. Reaksi Pembakaran Kayu
Pereaksi: Kayu (mengandung senyawa karbon, seperti selulosa) dan oksigen (O₂).
Reaksi: Ketika kayu dibakar, terjadi reaksi oksidasi yang menghasilkan energi dalam bentuk panas dan cahaya.
Produk:
• Arang (karbon, C): Bagian kayu yang tidak terbakar sempurna dan masih mengandung karbon.
• Gas karbon dioksida (CO₂): Dihasilkan dari pembakaran sempurna karbon dalam kayu.
• Uap air (H₂O): Terbentuk dari hidrogen yang terdapat dalam senyawa kayu yang bereaksi dengan oksigen.
Reaksi umumnya dapat dituliskan sebagai:
C6H10O5 + O2 → C+CO2+ H2OC (bentuk sederhana dari pembakaran selulosa).
2. Reaksi Pengkaratan
Pereaksi: Besi (Fe) dan oksigen (O₂), sering kali dengan adanya air (H₂O).
Reaksi: Besi mengalami oksidasi saat bereaksi dengan oksigen dan air, membentuk senyawa yang disebut karat.
Produk: Besi berkarat, atau besi oksida terhidrasi (Fe₂O₃·xH₂O), yang memiliki sifat rapuh dan berwarna kecoklatan.
Reaksi umumnya:
4Fe + 3O2+ 6H2O → 4Fe (OH)3 yang kemudian akan berubah menjadi Fe₂O₃·xH₂O (karat).
3. Reaksi Pencernaan
Pereaksi: Makanan dan enzim pencernaan (seperti amilase, protease, dan lipase).
Reaksi: Makanan yang masuk ke dalam tubuh dipecah oleh enzim menjadi bentuk yang lebih sederhana agar dapat diserap oleh tubuh.
Produk:
• Sari makanan yang lunak: Hasil dari pemecahan makanan yang siap diserap oleh tubuh, seperti glukosa (dari karbohidrat), asam amino (dari protein), dan asam lemak serta gliserol (dari lemak).
Contoh reaksi:
(C6H10O5)n + H2O → nC6H12O6 atau pemecahan pati menjadi glukosa.
4. Reaksi Fotosintesis
Pereaksi: Air (H₂O) dan karbon dioksida (CO₂).
Reaksi: Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi glukosa dan oksigen.
Produk:
• Glukosa (C₆H₁₂O₆): Sumber energi bagi tumbuhan.
• Oksigen (O₂): Dilepaskan ke atmosfer.
Reaksi fotosintesis:
6CO2 + 6H2O → C₆H₁₂O₆ + 6O2
5. Reaksi pada Baterai
Pereaksi: Seng (Zn) dan ion tembaga (Cu²⁺).
Reaksi: Seng mengalami oksidasi menjadi ion seng, sedangkan ion tembaga mengalami reduksi menjadi tembaga padat.
Produk:
• Ion seng (Zn²⁺): Hasil dari oksidasi seng.
• Tembaga (Cu): Terbentuk dari reduksi ion tembaga.
Reaksi di anoda:
Zn → Zn2+ + 2e−
Reaksi di katoda:
Cu2+ + 2e−→ Cu
6. Reaksi Fermentasi
Pereaksi: Bahan yang difermentasi (seperti gula dalam buah atau gandum) dan mikroorganisme (seperti ragi).
Reaksi: Mikroorganisme mengubah gula menjadi etanol dan gas karbon dioksida melalui proses anaerob.
Produk:
• Etanol (C₂H₅OH): Alkohol yang terbentuk sebagai hasil fermentasi.
• Gas karbon dioksida (CO₂): Gas yang dihasilkan, sering menyebabkan adonan roti mengembang.
Reaksi umum fermentasi glukosa atau C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2
7. Reaksi saat Mencuci Tangan
Pereaksi: Kotoran dan sabun.
Reaksi: Sabun bekerja dengan cara mengemulsi kotoran dan minyak, sehingga dapat diangkat dari permukaan tangan dan larut dalam air.
Produk: Busa bercampur kotoran: Kotoran yang terperangkap dalam molekul sabun dan air.
Mekanisme kerja sabun:
Sabun memiliki bagian hidrofilik (suka air) dan hidrofobik (suka minyak). Bagian hidrofobik mengikat kotoran, sementara bagian hidrofilik larut dalam air, sehingga kotoran bisa terbawa saat dibilas.
8. Reaksi saat Memasak Kue
Pereaksi: Bahan-bahan sebelum dipanggang, seperti tepung, telur, gula, ragi, dan mentega.
Reaksi: Saat terkena panas, terjadi berbagai reaksi kimia seperti gelatinisasi pati, koagulasi protein, dan reaksi Maillard.
Produk:
• Kue matang: Hasil dari perubahan struktur bahan akibat pemanasan.
Beberapa reaksi yang terjadi:
• Pengembangan adonan: Ragi mengubah gula menjadi gas CO₂, membuat adonan mengembang.
• Reaksi Maillard: Gula dan protein bereaksi membentuk warna kecoklatan pada permukaan kue.
Reaksi ragi dalam adonan:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 (Reaksi yang mirip dengan fermentasi).
Kesimpulan:
Semua proses di atas melibatkan reaksi kimia yang menghasilkan perubahan pada zat pereaksi. Beberapa reaksi menghasilkan energi (seperti pembakaran), beberapa membentuk zat baru (seperti fotosintesis dan fermentasi), dan beberapa merupakan reaksi fisikokimia (seperti mencuci tangan dan memasak kue).
Itu adalah kunci jawaban bab 5 tentang “Reaksi-Reaksi Kimia dan Dinamikanya” pada halaman 111 buku IPA kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka edisi revisi. Harapannya, semoga hal ini bisa menjadi referensi belajarmu, ya! ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi