

inNalar.com – KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha membagikan kiat-kiatnya dalam meraih keistimewaan Lailatul Qadar.
Menurut Gus Baha, seorang muslim perlu mengetahui kiat-kiat khusus agar dapat mempersiapkan dirinya dengan baik di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari dimana terdapat keistimewaan lailatul qadar di dalamnya.
Gus Baha membagikan beberapa kiat agar seorang muslim sukses mendapatkan keistimewaan lailatul qadar.
Lebih lanjut, Gus Baha mengkategorikan kiat-kiatnya dalam meraih lailatul qadar menjadi dua kategori, yaitu kiat umum dan kiat khusus.
Baca Juga: Simak Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap dengan Bahasa Arab-Latin, Muslim Harus Tahu
Kiat-kiat umum, menurut Gus Baha, adalah bentuk amalan yang sudah diketahui oleh banyak muslim di bulan Ramadhan.
Contohnya seperti berpuasa, kecuali bagi wanita yang berhalangan. Hal ini sebagaimana yang telah Allah perintahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
Selain itu, seorang muslim mengisi malam harinya dengan melaksanakan shalat tarawih.
Kemudian menghidupkan hari-harinya dengan memperbanyak mengaji dan bersedekah untuk mendapatkan lailatul qadar.
Adapun kiat-kiat khusus, menurut Gus Baha, adalah segala bentuk aktivitas yang bisa dipraktekkan seorang muslim kapan saja untuk mendapatkan lailatul qadar.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar, Salah Satunya Adalah Langit Bersih Tanpa Gumpalan Awan
Kiat khusus ini dianggap sangat penting oleh Gus Baha, karena bentuknya tak terlihat dan hanya Allah yang dapat menilainya.
Pertama, menurut Gus Baha, adalah menghindarkan diri dari sifat dengki terhadap orang lain.
Kiat khusus kedua untuk mendapatkan lailatul qadar adalah berusaha menahan amarah dan menghindarkan diri dari menyakiti orang lain.
Pada kiat ini, Gus Baha mencontohkan kesabaran Nabi Nuh ‘alaihissalam dalam menghadapi segala kesulitannya ketika berdakwah selama 950 tahun.
Adapun kiat khususnya yang terakhir, menurut Gus Baha, menjadi kiat yang paling menentukan keberhasilan segala amalan yang telah dilakukan oleh seorang muslim.
Kiat yang terakhir untuk mendapatkan lailatul qadar ini adalah dengan selalu berusaha memohon keridhaan Allah atas segala bentuk kebaikan yang telah dikerjakannya.
“Lailatul qadar menurut keyakinan ulama, asalkan dia berpuasa, tidak fasik, jamaah isya, maka dia dianggap mendapat lailatul qadar,” kata Gus Baha.
Gus Baha menekankan bahwa seluruh kiat ini bisa membawa seorang muslim mendapatkan keutamaan lailatul qadar asalkan segala orientasinya hanyalah mencari keridhaan Allah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi