

inNalar.com – Indonesia memiliki bandara yang melalukan penerbangan kelas domestik dan internasional, termasuk di Sulawesi Tengah.
Salah satu bandara di Sulawesi Tengah ini dibangun di Palu Selatan, Kota Palu.
Saat ini, bandara tersebut merupakan salah satu bandara domestik yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah.
Mengenai penamaan bandara di Sulawesi Tengah ini dulunya pernah dipertanyakan oleh Presiden Soekarno.
Pada tahun 10 Oktober 1957, Presiden Soekarno menayakan nama bandara domestik di Palu Sulawesi Tengah tersebut oada Bupati Rajawali Pusadan.
Bupati tersebut pun menanggapinya, bahwa bandara tersebut bernama ‘Masovu’, yang artinya adalah ‘Tanah Berdebu’.
Setelah mendengar penuturan dari Bupati tersebut, Presiden Soekarno mengganti namanya menjadi ‘Mutiara’.
Menurutnya, hal itu karena tanah Palu Sulawesi Tengah merupakan salah satu kota rangkaian mutiara khatulistiwa.
Mengenai pergantian nama bandara domestik di Sulawesi Tengah tersebut rencananya bakal direalisasikan setelah bangunannya dipugar dengan taraf internasional.
Baca Juga: Hanya 20 Menit dari Bandara Sultan Thaha, Proyek Pembangunan Megah di Jambi Bakal Jadi Ikon Baru
Bnadara di Palu Sulawesi Tengah tersebut rencananya bakal menerima penerbangan internasional.
Salah satu alasan bandara tersebut dipugar jadi taraf internasional adalah mengingat tingginya minat penduduk di Sulteng pada transportasi udara.
Nama pengganti yang sudah disiapkan untuk bandara di Palu Sulawesi Selatan pun sudah disiapkan.
Dilansir dari berbagai laman web terpercaya, nama bandara di Palu Sulawesi Tengah tersebut adalah Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie.
Nama SIS Al-Jufrie sendiri diambilkan dari salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Sulawesi Tengah.***