

InNalar.com – Menengok sejarah, Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu daerah yang pernah dijajah oleh Belanda.
Bahkan karena penjajahan tersebut, para kolonial tersebut juga sampai memiliki pabrik minyak di Balikpapan.
Akan tetapi, kini tempat tersebut sudah berubah, karena justru telah disulap jadi bandara internasional.
Pada tahun 1844, armada Belanda mulai menyerang daerah di Kaltim sehingga menimbulkan pertikaian dengan kerajaan Kutai Kartanegara.
Hingga akhirnya kerajaan Kutai Kartanegara kalah, dan memberikan hak pada Belanda untuk menambang hasil minyak yang terdapat di daerah Balikpapan tersebut.
Adapun nama pabrik minyak tersebut adalah Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM).
Selama mengeksploitasi ladang minyak tersebut, para kolonial akhirnya juga membuat lapangan terbang di sekitaran daerah yang dimaksud.
Setelah Indonesia merdeka, akhirnya lapangan terbang tersebut dikelola oleh Jawatan Penerbangan Sipil.
Hingga akhirnya pada tahun 1987, lapangan udara tersebut mulai dikembangkan dan dialihkan kepemilikannya ke PT Angkasa Pura I.
Meski begitu, bandar udara ini pun akhirnya mulai dilakukan renovasi pertamanya pada tahun 1991.
Dilansir InNalar.com dari laman stekom, renovasi tersebut mengarah ke terminal penumpang, kargo, taxiway, dan memperpanjang landasan pacu dari tahun 1994-1994.
Karena renovasi inilah membuat pabrik minyak peninggalan jaman Belanda tersebut diratakan agar dapat dibangun jadi bandar udara.
Selain itu, Pada tahun 1995 Pemerintah juga mengumumkan jika lapangan terbang di Kalimantan Timur ini juga difungsikan sebagai bandara ke-5 di Indonesia yang melayani embarkasi haji di wilayah Kalimantan.
Ditambah, pada tahun ini juga bandar udara tersebut jadi bertaraf internasional.
Berlanjut pada tahun 1996, renovasi tahap kedua mulai dilakukan kembali pada bandara udara tersebut.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Malaysia Open 2024 di Stasiun TV Nasional, Jangan Sampai Terlewat!
Tahap kedua ini dilakukan renovasi pada depot bahan bakar, hanggar, dan gedung administrasi.
Bandara ini akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan dan sederet fasilitas baru pada tahun 1997.
Adapun nama dari lapangan terbang ini adalah Bandara Sepinggan.
Akan tetapi, ternyata masih terdapat lagi renovasi dan pengembangan pada bandar udara yang dimaksud.
Karena pada tahun 2013 PT Angkasa Pura I menggelontorkan anggaran sebanyak Rp1,8 triliun untuk pengembangan Sepinggan.
Menggunakan anggaran Rp1,8 triliun, kapasitas penumpang pada bandar udara Sepinggan di Balikpapan ini dinaikan jadi mencapai 10 juta.
Baca Juga: AC Milan Bisa Nangis! Rossoneri Potensi Gagal Datangkan Bek Murah Meriah di Bursa Transfer 2024
Hingga akhirnya, pada September 2014 nama dari lapangan terbang ini resmi berubah menjadi Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. ***