Audiens Auto Kicep, Cara Unik Soeharto Bungkam Kebisingan 1000 Orang Saat Ia Pidato, Bisa Ditiru!

inNalar.com – Pada masa jabatannya, Soeharto tentu melakukan banyak pidato.

Soeharto juga ternyata punya cara unik untuk menertibkan masa saat melakukan pidatonya.

Pada salah satu pidato mantan Presiden Republik Indonesia ini, terlihat Soeharto membungkam kebisingan dengan cara yang bisa ditiru banyak orang.

Baca Juga: Omset Tembus Angka Rp26 Juta Sehari, Wanita Ini Ternyata Berjualan Es Viral di Mataram!

Soeharto merupakan presiden Indonesia dengan masa bakti terlama.

Presiden yang lahir pada 8 Juni 1921 ini seringkali melakukan pidato di depan ribuan rakyat Indonesia.

Sebagai seorang mantan presiden, tentunya beliau memiliki cara khusus untuk menarik rakyat saat mendengar pidatonya.

Baca Juga: Soeharto Malah Pergi ke Mesir Saat Keamanan Indonesia Tidak Kondusif, 14 Menteri Hengkang Karena…

Tidak hanya itu, ternyata beliau juga memiliki cara unik yang untuk menertibkan massa. Artikel ini dilansir dari Youtube Soeharto Official.

Cara unik ini dapat ditiru oleh pemuda-pemudi Republik Indonesia pada saat melakukan pidato atau bahkan berbicara di tempat umum.

Cara unik ini dilakukan agar peserta atau rakyat yang mendengar pidato dapat tetap fokus.

Baca Juga: Dananya Rp40 M, Masjid di Batam Kepulauan Riau Ini Bentuk dan Nama Diambil dari Aksesori Melayu, Bisa Tebak?

Tidak hanya untuk pidato, namun cara ini juga dapat dilakukan saat melakukan kelas umum ataupun seminar.

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali audiens merasa jenuh maupun tidak kondusif dan cenderung berisik ketika sedang mendengar pidato.

Cara yang dilakukan oleh mantan Presiden Soeharto ialah dengan meminta seluruh audiens untuk berdiri.

Setelahnya, Soeharto mengatakan untuk boleh bicara namun tidak dengan membuka mulut.

Audiens pun merespon dengan tertawa setelah Pak Harto mengatakan hal tersebut.

Lalu setelahnya mantan Presiden RI kedua ini meminta audiens untuk duduk setelah kondisi dirasa sunyi.

Para audiens dari pidato Pak Harto pun bertepuk tangan karena cara unik tersebut.

Audiens kemudian kembali sunyi setelah beliau mempersilahkan peserta untuk berdiri jika masih ingin berisik.

Cara ini dilakukan Pak Harto agar seluruh peserta dapat mengikuti tata tertib dan upacara dari awal hingga akhir.

Cara unik ini pun terbukti ampuh dilihat dari audiens yang lebih kondusif setelah Soeharto melakukan hal tersebut pada pidatonya.

Pemuda pemudi Indonesia juga dapat meniru cara unik Soeharto dalam menjaga kekondusifan acara pidato.

Dengan audiens yang kondusif pesan yang disampaikan Soeharto pada saat berpidato dapat didengar dan dicerna dengan baik.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]