

inNalar.com – Tanjakan Muara Rapak di Balikpapan rupanya kerap kali menimbulkan kecelakaan yang berujung korban jiwa.
Memberikan solusi atas masalah tersebut, pemerintah Balikpapan merencanakan pembangunan flyover.
Flyover tersebut tidak hanya menjadi solusi mengatasi kecelakaan, namun juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama soal fasilitas.
Dilansir inNalar.com dari laman kaltimprov.go.id, pembangunan flyover di Balikpapan, Kalimantan Timur ini dibangun dengan APBD.
Namun, proses pembangunannya sendiri tidak berjalan mulus seperti yang telah direncanakan sebelumnya.
Awalnya, proyek yang ditangani oleh Pemprov Kalimantan Timur tersebut dinilai tidak kunjung terealisasi.
Pasalnya, Pemerintah Kota Balikpapan sudah mengkaji flyover sejak tahun 2010 meski sudah diajukan kepada pemprov Kalimantan Timur.
Akan tetapi, flyover tersebut diajukan kembali oleh PUPR hingga menemukan titik terang untuk dibangun.
Pengajuan tersebut dilakukan karena flyover ini akan tersambung dengan jalan nasional di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Gresik? Jangan Lupa Mampir ke 3 Warung Nasi Krawu Terenak di Gresik yang Bisa Menggoyang Lidah
Berdasarkan DED 2014, pembangunan flyover di Balikpapan tersebut diketahui akan menghabiskan biaya sebesar Rp 260 miliar.
Sedangkan, berdasarkan APBD Perubahan 2022 Kota Balikpapan, review biaya penyelesaian pembangunan flyover mencapai angka Rp 185 miliar.
Masih belum diketahui apa yang akan terjadi dengan kondisi curam simpang Muara Rapak di Balikpapan setelah flyover dibangun.
Selain flyover di Muara Rapak, Pemkot Balikpapan merencanakan pembangunan flyover di tempat lain.
Flyover lain direncanakan untuk dibangun di simpang Beruang Madu dengan dana sekitar Rp 154 miliar.
Pemerintah Balikpapan juga mengusahakan penyelesaian Institut Teknik Kaltim (ITK) yang diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Balikpapan juga akan memiliki tol bawah laut pertama di Indonesia yang nantinya bisa terhubung menuju IKN.***