Asyik, Infrastruktur Kabupaten Jepara Makin Maju! Perbaikan 124 Ruas Jalan Hingga Pembangunan Jembatan Hampir Tuntas

 

inNalar.com – Progres penyelesaian proyek infrastruktur di Kabupaten Jepara telah mencapai 90% dan dipastikan akan rampung sebelum akhir tahun 2024.

Kepala DPUPR Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar yang sedang diwawancari saat itu juga menjelaskan bahwa masih ada beberapa proyek besar yang sedang dalam tahap pengerjaan.

Proyek tersebut meliputi pembangunan jembatan di Pecangaan-Sowan Lor, Ngasem-Raguklampitan, dan Tengguli, Jepara.

Baca Juga: Buntut Tekanan Rusia, Polandia Sampai Hati Belah Daratan dengan Rogoh Kocek Rp 7 Triliun: Buat Apa?

Pekerjaan di jembatan Pecangaan-Sowan Lor dan Tengguli masih berfokus pada proses abutment, sementara jembatan Ngasem-Raguklampitan telah memasang box culvert.

Selain proyek jembatan, perbaikan jalan juga terus dilaksanakan. Beberapa ruas jalan telah selesai diperbaiki, sementara beberapa lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Dijelaskan bahwa panjang jalan yang menjadi kewenangan kabupaten kini sekitar 850 kilometer, berkurang dari 872 kilometer sebelumnya.

Baca Juga: Habiskan 32 Miliar USD, Negara Timur Tengah Ini Jadi yang Pertama Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Melansir Jatengprov pada Kamis, 14 November 2024, pengurangan ini mencakup ruas jalan Damaran-Somosari atas permintaan pemerintah desa serta adanya koreksi panjang setelah pengukuran ulang.

Sekitar 124 ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang telah ditangani, dengan target mencapai 140 ruas hingga Desember 2024.

Ary menambahkan bahwa upaya peningkatan status jalan juga sedang dilakukan, termasuk pengajuan beberapa ruas, seperti jalan dari Jepara menuju Keling, agar ditetapkan sebagai jalan nasional.

Baca Juga: Resmi Jadi Milik Negara Lain! 6 Pulau Ini Dulunya Punya Indonesia: No 3 Mayoritas Penduduknya Beragama Islam

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum RI terkait hal ini.

Lima tim juga telah dibentuk untuk pemeliharaan jalan, yakni melalui klinik jalan atau pemeliharaan rutin dengan penambalan lubang jalan yang rusak.

Anggaran yang disediakan untuk klinik jalan ini total mencapai Rp9 miliar.

Dengan alokasi untuk pengadaan aspal sebesar Rp4 miliar dan untuk pengadaan material, alat, serta pembayaran tenaga dialokasikan Rp5 miliar.

Selain fokus pada jalan dan jembatan, Ary juga menyampaikan perkembangan Pembangunan Alun-Alun Jepara, yang dijadwalkan selesai pada 13 Desember 2024 sesuai kontraknya.

Revitalisasi Alun-Alun Jepara ini didanai oleh anggaran sebesar Rp4 miliar yang berasal dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah (Banprov).

Fasilitas di Alun-Alun akan ditingkatkan, termasuk dengan penambahan videotron, menambahkan fasilitas olahraga outdoor, aksesoris pemanis, dan area toilet untuk menambah kenyamanan.

Jogging track juga akan diperluas dari yang semula 4 meter menjadi 8 meter, untuk memberikan ruang lebih bagi masyarakat.

Selain itu, infrastruktur lainnya yang menjadi prioritas adalah perbaikan tanggul-tanggul kritis untuk mengurangi risiko banjir.

Contoh nyata yang telah dilakukan, di wilayah Donorojo tepatnya Banyumanis dan Desa Bandungharjo, tanggul sementara telah dipasang menggunakan bronjong untuk mengurangi risiko banjir.

Selain itu, sejumlah strategi lain juga dilakukan, seperti pembersihan saluran drainase di area perkotaan, pengecekan inlet-inlet pada trotoar, dan pengoptimalan pompa pengendali genangan.

Di samping upaya fisik, tim piket siaga banjir juga telah disiapkan, yang akan berjaga di tiga lokasi, yaitu di Mayong, wilayah kota di Bendungan Les, dan Bangsri.

Pompa-pompa untuk mengatasi genangan air telah disediakan, termasuk pompa portabel yang dapat dipindahkan ke titik-titik genangan yang sulit surut.

Upaya normalisasi Kali Wiso juga telah dilakukan, meskipun terbatas di area muara karena keterbatasan akses di daerah padat penduduk.*** (Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]