Asupan Rp311 Miliar Macet saat Pencairan! Proyek Tower di Bali Ini Baru Rampung Pertengahan 2024

InNalar.com – Proyek tower ikonik di Pulau Bali terpaksa molor dan baru rampung pertengahan 2024 usai asupan dana miliaran rupiah macet saat pencairan.

Indonesia memiliki sejumlah proyek pembangunan infrastruktur termasuk di Bali, yang direncanakan rampung pada 2023.

Salah satunya Proyek Tower Turyapada yang terletak di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng.

Baca Juga: Dibangun 16 Tahun, Jalan Tol Rp15 Triliun Ini Justru Dijuluki Paling Berbahaya di Dunia, Jumlah Kecelakaannya…

Menara atau tower Turyapada sendiri merupakan salah satu bangunan unik yang sedang dalam proses pembangunan.

Turyapada Tower sendiri merupakan infrastruktur telekomunikasi sekaligus destinasi wisata.

Proyek ini merupakan salah satu bangunan vital yang tengah gencar dibangun.

Baca Juga: Investasi Rp60,9 Triliun, Jokowi Rayu Jepang untuk Kerjasama di IKN Kalimantan Timur, Sinyal Masih Kekurangan Investor Asing?

Bagaimana tidak, menara ini berfungsi sebagai pemancar siaran TV digital terestrial, internet, telekomunikasi seluler maupun radio.

Hal ini membuat keberadaannya dimanfaatkan untuk optimalisasi siaran televisi digital yang jangkauannya bisa sampai 80 persen.

Namun sayangnya, proyek tower di Bali yang dibangun sejak peletakan batu pertamanya pada 23 Juli 2022 ini molor.

Baca Juga: Terlilit Hutang ke 37 Kreditur, Pabrik Sepeda di Jawa Timur Kini Harus Bangkrut, Total Pinjamannya…

Melansir dari Antara, sejatinya tower komunikasi di pulau Dewata ini ditargetkan rampung pada 26 Desember 2023.

Namun Gede Pramana selaku Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik setempat menyebutkan pembangunannya baru terealisasi 67 persen.

Molornya pembangunan menara vital di Buleleng ini karena kondisi keterbatasan keuangan daerah.

Baca Juga: Usai Akuisisi Tambang Terbesar di NTB dari Amerika, Perusahaan Ini Sumbang 95 Persen Pendapatan Bruto, Emasnya Melimpah?

Hal ini disebabkan karena APBD Bali tahun anggaran 2023 mengalami defisit.

Sehingga proyek Turyapada Tower yang dialokasikan anggarannya dari APBD Bali sebesar Rp311 miliar macet pencairannya.

Pasalnya dana yang disiapkan belum sepenuhnya bisa dicairkan untuk proyek tersebut.

Baca Juga: Tertua se-Asia Tenggara, Tambang Batu Bara di Sumbar Ini Dikuasai Emiten Pertambangan yang Pernah Cetak Laba Tertinggi Rp12,6 T, Namanya…

Gede Pramana menyebutkan bahwa dari Rp311 miliar, sisanya diplot sebesar Rp104 miliar pada 2024.

Sehingga proyek tower ini dilakukan perpanjangan dan penjadwalan ulang.

Maka penyelesaiannya pun ikut molor, dan diprediksi bisa rampung pada pertengahan tahun depan atau 27 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga: Hutang Rp500 Miliar, Pabrik ‘Raja Sepeda’ di Jawa Timur Ini Bangkrut Walau Sangat Terkenal, Namanya…

Turyapada Tower sendiri sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar di Pulau Bali.

Sebab selain fungsinya sebagai menara telekomunikasi setinggi 146 meter, namun juga akan dijadikan destinasi wisata baru.

Bakal ada wahana edukasi seperti laboraturium pendidikan, planetarium, sky walk, jembatan kaca, restoran putra, museum komunikasi dan lainnya.

Baca Juga: 2025 Makin Ciut! Lahan Perusahaan Tambang Batu Bara Asal Kalimantan Timur Seluas 118,400 Ha Ini Kena Konflik Sebab…

Selain itu Turyapada Tower juga bakal menjadi menara unik di Bali yang pesonanya tak kalah dengan tempat wisata seperti Eiffel hingga Tokyo Tower.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]