

InNalar.com – Israel kembali menebar ancaman termasuk untuk Hamas, dengan mengatakan bakal melancarkan serangan lebih besar lagi di jalur Gaza.
Saat ini situasi di Palestina sedikit terkendali karena Israel maupun Hamas sepakat memperpanjang gencatan senjata.
Gencatan senjata ini dilakukan karena Israel dan Hamas sepakat untuk menukar sandera dan mengizinkan truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Baca Juga: Tenaga Honorer Beruntung! Jokowi Ternyata Siapkan 7 Hadiah Ini Saat Diangkat Jadi ASN
Meski demikian, gencatan senjata hanya lah jeda dari peperangan yang artinya akan kembali berlanjut.
Bahkan meski sedang dalam ‘masa tenang’, salah satu pihak sudah menebarkan ancaman.
Melansir dari Times of Israel, Yoav Gallant selaku Menteri Pertahanan Israel yang telah menebarkan ancaman tersebut.
Baca Juga: Lega! 6 Tenaga Honorer Kategori Ini Ternyata Bisa Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Apa Saja?
Ia mengatakan bahwa setelah gencatan senjata berakhir, pihaknya akan melanjutkan operasi militer di seluruh jalur Gaza dengan kekuatan lebih besar.
Sang Menteri juga mengatakan bakal berperang di seluruh jalur Gaza.
Selain itu mereka juga sedang mengorganisir dan menyelidiki pihak musuh, sama dengan apa yang dilakukan Hamas menurutnya.
Baca Juga: Sah Naik Gaji! Menteri Keuangan Sudah Siapkan Anggaran Total Rp52 Triliun untuk ASN di 2024
Ucapan Yoav Gallant pun merupakan ancaman yang amat serius, dan bisa saja Gaza bakal lebih hancur jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Saat ini Israel lebih sering melancarkan serangan udara yang memporak-porandakan Palestina terutama di jalur Gaza.
Ribuan orang tewas dan luka-luka, belum lagi para masyarakat sipil yang kehilangan tempat tinggalnya.
Menurut Anadolu Agency, tercatat sudah ada 14.854 orang Palestina yang meninggal dunia.
Termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 wanita juga tewas.
Sedangkan dari kubu Israel tercatat ada sebanyak 1.200 orang meninggal dunia sejak serangan 7 Oktober 2023.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi