

inNalar.com – Pembangunan jalan tol semakin digencarkan di Indonesia untuk meringkas waktu tempuh dan kemacetan.
Salah satu pembangunan jalan tol di Semarang sempat membuat arsitek dari luar negeri melongo.
Hal tersebut karena pembangunannya di atas 10 juta bambu yang berfungsi sebagai tanggul laut untuk mengatasi banjir.
Jalan Tol tersebut adalah jalan tol ruas ibukota Jawa Tengah, Semarang, menuju kota wisata Demak.
Proyek ini juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan dan jembatan yang berada di Jawa Tengah.
Siapa yang menyangka, pembangunan jalan tol sepanjang 26,9 km tersebut berdiri di atas susunan 10 juta bambu.
Jalan tol ini juga menjadi yang terpanjang berdiri di atas laut. Pengerjaannya dibagi menjadi 2 seksi.
Total dana yang digunakan dalam pembangunan jalan tol melayang ini yaitu sekitar Rp15 triliun.
Jalan tol yang melayang di atas laut ini menggunakan bambu untuk struktur tanggul dan konstruksi yang dapat mencegah terjadinya banjir rob menuju Semarang.
Inovasi menggunakan rangkaian batang bambu ini merupakan teknologi yang sederhana namun sangat bermanfaat.
Batang-batang bambu disusun seperti matras lalu dihamparkan dan ditancapkan ke wilayah yang akan didirikan jalan tol.
Penyusunan rakitan bambu yang digunakan sebagai matras ini diselingi dengan pasir laut hingga mencapai 17 susun.
Hal tersebut dilakukan sebelum terbangunnya jalan tol, terutama pada pembangunan di seksi 1 Semarang-Sayung.
Inovasi kreatif ini menjadikan jalan tol Semarang-Demak multifungsi. Bukan hanya sebagai jalan namun juga sebagai tanggul pencegah banjir.
Penggunaan bambu juga dikatakan menghemat pengeluaran ketimbang dengan harus menguruk laut yang akan dilintasi sebagai jalan.
Tak heran hal tersebut membuat arsitektur asal luar negeri melongo dengan struktur jalan tol yang tak biasa ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi