Areanya 2,37 Hektare, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat di Makassar Ini Mampu Layani 41.000 Jiwa Pakai Sistem…

inNalar.com – Kementerian PUPR membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat atau SPALD-T yang terletak di Kota Makassar.

Proyek yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan ini sendiri memiliki area hingga 2,37 hektare.

Kehadirannya diharapkan mampu menjaga kualitas air baku dan air tanah sehingga kebutuhan air sebanyak 41.000 jiwa di kota ini terpenuhi.

Baca Juga: Gelontorkan Rp1277 Miliar, NTB Punya Bendungan Terbesar Baru yang Beri Manfaat ke Para Petani

Proses pembangunannya sendiri diawali dengan pematangan lahan yang dananya bersumber dari APBD setempat.

Setelah itu, dilanjutkan lewat pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) Domestik serta jaringan perpipaan.

Proyek ini juga dibangun dengan adanya pemasangan sebanyak 74 sambungan rumah serta 25 sambungan komersil.

Baca Juga: Berdiri pada 1962, Mega Proyek Mall pada Zaman Soekarno Ini Memegang Sejumlah Peranan Penting, Apa Itu?

Selanjutnya akan diteruskan oleh Pemerintah Kota Makassar agar tercapai target layanan sebanyak 14.000 sambungan.

Masing-masingnya yaitu 5.600 sambungan komersil serta 8.400 sambungan domestik.

SPALD-T Makassar ini sendiri diharapkan mampu menciptakan sebuah lingkungan bersih dan sehat.

Baca Juga: Mall Megah Era Presiden Soekarno Ini Jadi Pertama yang Punya Teknologi Canggih di Indonesia, Begini Penampakannya Sekarang

Kehadirannya juga diproyeksikan dapat menjadi sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran penduduk sekitar terkait pencemaran lingkungan.

Dilansir inNalar.com dari laman PUPR, proyek SPALD-T Makassar ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekitar agar menjadi lebih baik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menyampaikan bahwa semakin padat sebuah pemukiman maka semakin bertambah pula limbahnya.

Menurutnya, limbah-limbah ini perlu diolah terlebih dahulu sebelum masuk ke badan air.

Proyek pembangunan SPAL Domestik ini sendiri disebut efektif karena mampu mereduksi Biological Oxygen Demand memakai sistem yang bernama Moving Bed Biofilm Reactor atau MBBR.

Baca Juga: Diakuisisi Perusahaan Asal Korea, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk Targetkan Produksi 2,5 Juta Ton Nikel 2024

Sistem tersebut juga mampu melakukan denitrifikasi serta menurunkan kadar nitrogen dalam limbah.

Pembangunan sistem pengolahan limbah ini sendiri telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

Tepatnya diawali dengan pembangunan IPAL dengan kapasitas 16.000 m3 per hari.

Baca Juga: Diasup Dana UEA US$ 129 Juta, PLTS Terapung di Purwakarta Jawa Barat Ini Disebut Jadi Kebanggaan Asia Tenggara, Ini Alasannya

Telah dilakukan pula pembangunan jaringan air perpipaan sejauh 9,6 km hingga 1 unit rumah pompa.

Selain itu, dilakukan pula pemasangan sambungan rumah dan sambungan area komersil.

Untuk progres penyelesaian SPALD-T Makassar sekarang ini sendiri sudah selesai konstruksinya serta siap beroperasi.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]