

inNalar.com – Provinsi Kalimantan Timur telah dikenal erat sebagai daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia.
Bagaimana tidak, aktivitas kapal tongkang batubara yang lintasi sungai besar yang melintang di beberapa daerah di Kalimantan Timur sangat terlihat geliatnya.
Ada yang cukup menarik dari salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia yang ada di Kalimantan Timur.
Pasalnya, perusahaan tambang batubara di Kalimantan Timur yang satu ini miliki kompleks layaknya sebuah kota mandiri.
Selain memiliki areal konsesi lahan batubara seluas 84.938 hektare, perusahaan batubara ini juga miliki bandara dan pelabuhannya sendiri.
Selain tersedia pelabuhan untuk lalu-lintas angkut batubara, terdapat pula bandara kecil yang dinamakan dengan Bandar Udara Tanjung Bara.
Cukup unik karena terdapat Bandara Tanjung Bara yang tepat di dalam kawasan pertambangan batubara tersebut.
Tidak hanya itu, dalam areal pertambangan batubara tersebut juga ada fasilitas publik seperti sekolah, sarana olahraga, dan perumahan khusus karyawan.
Segala fasilitas kebutuhan sehari-hari lebih dari 20 ribu karyawan perusahaan raksasa tambang batubara tersebut seakan dapat terpenuhi di dalam kawasan tersebut.
Perusahaan batubara ini bernama PT Kaltim Prima Coal atau yang biasa disingkat KPC.
Dilansir dari laman resmi PT Kaltim Prima Coal atau KPC, jumlah pegawai perusahaan tambang batubara tersebut terdiri dari 4.499 karyawan.
Kemudian sebanyak 21.000 karyawan dari pihak kontraktor perusahaan yang juga ikut mendukung keberlangsungan produksi tambang batubara di Kalimantan Timur.
Maka tidak heran jika perusahaan tambang batubara di Kalimantan Timur ini mampu produksi 70 juta ton batubara setiap tahunnya.
Selain itu, tambang batubara di Kabupaten Kutai Timur ini juga diketahui memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kapasitasnya 3×18 Mega Watt dan 2×5 Mega Watt.
PLTU Kaltim Prima Coal inilah yang kemudian menjadi sumber listrik wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1982 ini diketahui menyimpan 1,178 miliar ton cadangan batubara.
Perusahaan raksasa batubara ini diketahui menyimpan cadangan batubara di Sangatta dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi