Apple Kehilangan Rp2,9 Triliun Usai China Perintahkan ASN Tidak Gunakan iPhone utuk Bekerja!

inNalar.com – Apple kehilangan dana $200 Billion atau sekitar Rp2.920 Triliun

Hal ini terjadi akibat China membanned Iphone untuk para pekerja pemerintah.

China semakin memperluas larangan ASN nya untuk tidak membawa dan menggunakan iPhone saat bekerja.

Baca Juga: Jalan Tol Termahal di Indonesia Habiskan Anggaran Mencapai Rp910 Triliun Rupiah, Ternyata karena Hal Ini

Hal ini tentunya memberikan kerugian pada pihak Apple yang mengurangi produksi ke China.

Para Investor khawatir karena tidak bisa kembali melakukan bisnis ekonomi tersebar kedua di Dunia.

China sendiri menyumbangkan satu per lima pendapatan untuk perusahaan Apple.

Baca Juga: Indonesia vs Turkmenistan: Ini Jadwal Kick Off dan Rekor Pertemuan Sejak 2006, Pasukan Garuda Lebih Unggul

Apple mencatat bahwa penurunan terbesar perharinya terjadi pada Rabu kemarin akibat hal tersebut.

iPhone mengalami kerugian selama dua hari setelah kebijakan tersebut mencapa 3% kerugian.

Hal itu setara dengan hilangnya anggaran sebesar $200 Miliar atau Sekitar Rp2.920 Triliun.

Baca Juga: Bangunan Paling Megah di Sumatera Utara Ini Ternyata dihuni oleh 4 Sultan, Siapa Saja?

Hal ini tentunya membawa kepanikan kareka Apple akan meluncurkan Iphone jenis terbaru mereka yaitu iPhone 15.

Tentunnya larangan ini menjadi petanda buruk untuk produksi-produksi Apple di wilayah China.

Sementara itu, China sendiri mempunyai teknologi asal negara mereka yang sedang dikembangkan.

Huawei Teknologi menjual Smartphone dengan kualifikasi kemampuan koneksi ultra cepat.

Jutaan pengguna Smartphone diseluruh dunia sedang meningkatkan performa mereka ke Koneksi jaringan 5G.

Hal ini tentunya sangat mendukung penggunaan Huawei yang sebelumnya berencana membuat koneksi Jaringan 5G yang sempat diabaikan.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari kesepakatan perdagangan internasional antara China dan negara-negara lainnya.***

Rekomendasi