Apakah Hidupmu Sekedar Sibuk atau Produktif? Berikut 5 Tips Ampuh Agar Tidak Menjadi Fake Productivity

inNalar.com – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sibuk diartikan ‘memiliki banyak pekerjaan, giat dan tekun melakukan sesuatu serta banyak kegiatan’.

Sedangkan produktif memilikii arti ‘mempunyai atau mampu berproduksi dalam jumlah banyak, menghasilkan jumlah banyak, menguntungkan, dan dapat diproduksi terus-menerus serta sering digunakan untuk pembentukan unsur-unsur baru’.

Banyak orang yang masih salah memahami arti antara kesibukan dan produktivitas sehingga mempengaruhi aktivitas yang dijalani.

Baca Juga: Profil Seorang Aktor Korea yang Beradu Akting dengan Maudy Ayunda dalam Film Indonesia “Tanah Air Kedua”

Makna produktif berarti mendorong diri sendiri untuk melakukan aktivitas yang hasilnya mempunyai nilai atau makna.

Sementara sibuk, ada banyak hal yang harus dilakukan, entah itu layak atau tidak.

Kegiatan yang dilakukan manusia berbeda-beda. Ada orang yang melakukan aktivitas berdasarkan minat atau keterampilannya.

Baca Juga: Kim Bum akan Main Film Bareng Maudy Ayunda, Intip Siapa Saja Wanita yang Pernah Jadi Kekasih Aktor Ini

Tak jarang apa yang dilakukannya berubah menjadi aktivitas tanpa arah (fake productivity).

Seringkali ketika kita sudah melakukan segala sesuatu tanpa hasil yang positif, atau setiap aktivitas yang kita lakukan tanpa tujuan yang jelas.

Berikut beberapa tips agar hidup tidak menjadi produktif palsu (fake productivity), yaitu:

Baca Juga: Luasnya 657,33 km2, Ternyata Daerah di Kalimantan Utara Ini Paling Rawan Tsunami dan Gempa se-Indonesia

1. Nilai Waktu

Memilah mana yang menjadi prioritas atau tidak merupakan bentuk penghargaan terhadap waktu.

2. Menyusun Ulang Tujuan Hidup

Dalam artian, menata ulang tujuan hidup adalah tentang mengidentifikasi apa yang telah dicapai dan apa yang akan segera dicapai.

3. Hilangkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk bisa bermula dari hal-hal kecil yang memakan waktu dan perlu dilakukan tepat waktu, seperti bermain game di media sosial selama berjam-jam.

Oleh karena itu, kebiasaan buruk dapat dihilangkan dengan meyakinkan diri sendiri bahwa melakukan hal-hal yang memakan waktu dapat mengganggu kehidupan.

4. Berani Mengatakan Tidak

Orang pemalu sulit mengatakan ‘tidak’ pada hal yang tidak disukainya, sehingga berani mengatakan tidak adalah pilihan untuk mengatasinya.

5. Fokus Perbaikan Diri

Melihat prestasi orang-orang yang lebih tinggi dari kita memang bisa membuat kita genting.

Untuk itu, fokus pada pengembangan diri dan tidak membandingkan pencapaian orang lain bisa menjadi solusi untuk menjaga kehidupan tetap stabil.***

Rekomendasi