Apa Saja Menu Makanan Manusia Praaksara? Simak Jenis Fauna yang Diburu dan Dikonsumsi Berikut ini

inNalar.com – Sejak kehidupan tertua pada zaman praaksara, manusia telah mengenal berbagai jenis flora dan fauna yang menjadi bahan kebutuhan hidup, khususnya sebagai menu makanan atau konsumsi.

Kehidupan zaman praaksara yang tertua adalah Masa Berburu dan Masa Mengumpulkan Makanan yang memiliki rentang waktu sekitar 2 juta tahun hingga 6000 tahun yang lalu.

Masa tersebut masih terbagi lagi dalam dua tingkatan, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana (Pleistosen) dan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut (pasca- Pleistosen).

Baca Juga: KPK Hentikan Publikasi Lagu Anti Korupsi Indra Kenz Berjudul ‘Lihat, Lawan, Laporkan’

Dua hal yang sangat menentukan dalam sistem hidup berburu dan meramu ini adalah alat dan api.

Pada pembabakan kehidupan ini, manusia praaksara melakukan perburuan binatang-binatang dari berbagai jenis, baik besar maupun kecil.

Binatang yang hidup di air, seperti berbagai jenis kerang-kerangan atau mollusca yang mereka kumpulkan dari perairan sungai, danau, atau tepi pantai.

Baca Juga: Inilah 4 Kepercayaan yang Dianut Manusia Praaksara, Bukan Hanya Animisme Dinamisme

Pada saat itu mereka juga sudah memiliki kemampuan untuk menangkap ikan di perairan dengan menggunakan perangkap (bubu), jaring dan kail.

Bukti-bukti penemuan sisa fauna yang banyak ditemukan pada lapisan Pleistosen Atas menunjukkan aktivitas perburuan hewan merupakan substansi pokok manusai modern awal.

Tulang-tulang dari berbagai jenis hewan memperlihatkan perburuan tidak mengarah pada jenis tertentu, tetapi pada     berbagai hewan yang tersedia di sekitar hunian.

Binatang yang paling umum adalah rusa, babi hutan dan kerbau.

Baca Juga: 6 Hasil Kebudayaan Masa Megalitikum, Sarana Nenek Moyang untuk Pemujaan Roh

Di kawasan timur Indonesia, aktivitas perburuan binatang sangat menonjol, tetapi dengan jenis binatang berbeda yang sesuai dengan lingkungannya.

Penemuan di Leang Lembudu, Kepualauan Aru menunjukan binatang utama yang diburu dan dikonsumsi adalah spesies binatang berkantong (marsupial), megafauna (Protemnodon), kerang Geloina coaxans, walabi dan kanguru raksasa.

Penemuan sisa tulang ikan serta cangkang moluska air tawar dan laut menunjukkan adanya kegiatan pencarian ikan dan pemanfaatan biota laut.

Baca Juga: Alfatihah! Ayah dari April Jasmine, Mertua Ustadz Solmed Meninggal Dunia

Berbagai jenis moluska (hewan lunak) juga telah dimanfaatkan oleh manusia, baik sebagai bahan perhiasan maupun makanan. Diantaranya adalah Nerita dan Natica yang sering digunakan sebagai perhiasan dan Cyraena yang digunakan untuk membuat alat penyerut.

Berbagai jenis moluska yang dapat dikonsumsi dan cangkangnya digunakan sebagai perhiasan adalah Brotia perfecta, Thiara crenulata, Neritnia pulligara dan Battista violocea.

Kura-kura, ular, ikan, kepiting juga merupakan objek perburuan yang cenderung lebih jinak dan lebih mudah untuk diburu.

Perburuan tersebut dilakukan oleh kelompok laki-laki muda maupun kelompok tua.

Perburuan yang dilakukan oleh kelompok laki-laki muda cenderung dilakukan di luar lingkungan tempat tinggal kelompok.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]