

inNalar.com – Pada sesi tanya jawab dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad ditanya tentang bagaimana hukumnya apabila seorang imam berdzikir dengan suara keras saat ada jamaah lainnya yang masih sholat.
Ustadz Abdul Somad pun menjawab pertanyaan terkait Imam yang memandu dzikir dengan suara keras saat masih ada jamaah lainnya yang meneruskan sholatnya.
Ustadz Abdul Somad menyebutkan bahwa sikap mengganggu konsentrasi muslim yang sedang sholat disebut sebagai tasywisy.
Dalam ajaran Islam, sikap tasywisy, dalam hal sholat menurut Ustadz Abdul Somad, ialah gangguan selain dzikir.
Pasalnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa bacaan yang ada di dalam dzikir pada dasarnya sama dengan bacaan sholat.
Sehingga, menurutnya, berdzikir bukan termasuk dalam bentuk tasywisy.
“Yang dimaksud dengan kalimat mengganggu (tasywisy dalam sholat) itu adalah bacaan selain dzikir,” terang Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad mencontohkan bentuk sikap tasywisy dalam sholat ialah seperti menyanyi saat ada seorang muslim yang sedang melakukan ibadahnya.
Lebih lanjut, dijelaskan pula olehnya, bahwa orang yang sholat dan orang yang berdzikir sama-sama mengingat Allah subhanahu wa ta’ala.
Itulah mengapa, Ustadz Abdul Somad menyebutkan bahwa dzikir bukan bagian dari bentuk gangguan atau tasywisy saat muslim lainnya menegakkan sholat.
Menurut Ustadz Abdul Somad, orang yang sama-sama mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, yakni orang yang sholat dan berdzikir, bukanlah orang yang saling mengganggu satu sama lain.
Adapun adab berdzikir, kata Ustadz Abdul Somad, disarankan baginya untuk bersuara yang tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu pelan.
Cara pengucapan setiap kalimat dzikirnya pun diimbau olehnya perlu diselesaikan dengan sempurna dan tidak menghasilkan suara gumam yang menyebabkan kalimat dzikir memiliki kesalahan makna.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan dua hukum suara dalam pelafazan dzikir setelah sholat.
Menurut Imam Syafi’i, seorang muslim disarankan untuk melafazkan dzikirnya usai sholat dengan sirr (pelan).
Baca Juga: Viral! Konsumen Kena Tipu Gerai Donat J.CO, Beli Cuma Selusi Harganya Bukan Main
Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, murid Imam Syafi’i menyatakan bahwa melafazkan dzikirnya setelah sholat dengan jahr (jelas dan lebih keras).
Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa dzikir setelah sholat dibaca sirr itu ketika sang Imam mengetahui bahwa jamaah sholatnya telah mengetahui bacaan dzikir yang harus dibacanya.
Sementara dzikir setelah sholat dengan bacaan jahr , yaitu ketika sang Imam mengetahui bahwa ada di antara jamaah yang belum mengetahui bacaan dzikir apa saja yang perlu dibaca, ujarnya.***