Anies Baswedan Letakkan Batu Pertama Kampung Susun Bayam: Ini Permukiman Terdampak JIS, Semua Ada Prosesnya

 
 
inNalar.com – Anies Baswedan hadiri acara peletakan batu pertama Kampung Susun Bayam yang mana merupakan pemukiman terdampak dari pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Dirinya pun bersyukur bahwa bagian dari janjinya pernah disampaikan akan terpenuhi dengan adanya kegiatan tersebut.
 
Menurutnya, suatu proses pembangunan ada jadwalnya dan harus diselesaikan satu persatu, tidak harus langsung semua dikerjakan dalam satu waktu  tanpa fokus yang akan berdampak kurang baik bila ada kesalahan yang terabaikan.
 
Gubernur Jakarta itu menambahkan bagi yang menjalani lagkah-langkahnya akan terasa lama.
 
 
Tetapi sesudah semua bangunan selesai dibuat, Anies Baswedan menyampaikan bahwa seluruhnya akan menjadi tempat milik warga yang menorehkan sejarah panjang dalam kehidupan di masa depan nanti. Pelaksana proyek ini yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
 
Jakpro jugalah sebenarnya yang melaksanakan pembangunan dari stadion kebanggan warga Jakarta dan Indonesia JIS, setelah selesai maka kini dimulai proyek sesudahnya yaitu penataan Kampung Susun Bayam yang diresmikan peletakan batu pertama Kampung Susun Bayam.
 
“Proses pembangunan memang ada urut-urutannya, bagi yang menjalani akan terasa lama, tapi sesudah nanti terbangun akan menjadi sebuah tempat ibu atau bapak menorehkan sejarah panjang di masa depan.” Kata Anies Baswedan seperti dikutip inNalar.com dari akun Instagramnya @aniesbaswedan pada Minggu, 8 Mei 2022.
 
 
“Kampung Bayam merupakan permukiman yang terdampak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).” Ujar orang nomor satu di DKI Jakarta menjelaskan alasan penataan dilakukan.
 
Anies Basweda juga menerangkan bahwa Jakpro selaku pelaksana sudah memulai sosialisasi menggunakan Resettlement Action Plan (RAP) kepada warga sekitar yang terdampak pembangunan JIS sejak Oktober 2019 tiga tahun lalu.
 
RAP ini dilakukan untuk pembangunan yang akan dilaksanakan difahami agar warga terdapak tidak mengalami kualitas hidup menurun, tetap bisa memiliki kehidupan berkelanjutan, dan bahkan hingga terkait masalah keturunannya dapat meraih cita-cita.
 
 
Anies Bawsedan menekankan bahwa dengan semua cara-cara yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta itu, ada pesan yaitu pembangunan-pembangunana dilaksanakan tidak sembarangan atau tanpa pertimbangan matang. Dirinya dan jajarannya menegaskan memfasilitasi semua dan warga mendapatkan kesempatan sama.
 
“Pemprov DKI menjunjung tinggi kesetaraan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk nyata untuk warga Kampung Bayam.” Terang Gubernur Jakarta itu.
 
Sebelum adanya pembangunan, warga Kampung Bayam sebenarnya adalah berprofesi sebagai petani perkotaan atau urban farmer. Maka proyek yang dikerjakan tidak akan menghilangkan mata pencarian atau sumber dari penghidupannya selama ini, akan dilakukan sesuai.
 
 
Anies Baswedan membebeberkan tujuan dari penataan yang berkeinginan menjadikan JIS bertaraf internasional bisa berdampingan dengan baik dan benar dengan masyarakat petani perkotaan.
 
Dirinya berharap Jakrpo melaksanakan tugas dengan tepat waktu, biaya, dan kualitas pembangunan.
 
Dirinya juga menasehatkan agar pekerjaan dilakukan seperti membangun rumah sendiri, serta September 2022 mudah-mudahan bisa selesai sehingga warga dapat beraktifitas normal sebagaimana biasa.***

Rekomendasi