

inNalar.com – Desa di Wonosari, Klaten menghadirkan seni wayang dan Tatah Sungging sebagai wisata.
Di desa ini ternyata memang terkenal dengan keseniannya, terutama wayang dan Tatah Sungging.
Desa yang terletak di kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten ini adalah Desa Wisata Wayang Sidowarno yang juga menjadikan Tatah Sungging sebagai daya tarik wisata.
Baca Juga: Lebar Rel Tak Lazim, Kereta Api di Aceh Hanya Transit di 4 Stasiun, Auto Jadi Penumpang Kilat
Desa Sidowarno ini masuk ke dalam 75 desa wisata terbaik ADWI atau Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan dalam mengembangkan desa ini sebagai desa wisata.
Desa wisata yang memiliki nuansa pedesaan ini menjadikan kesenian dan kuliner sebagai daya tarik wisatawan.
Desa Sidowarno ternyata diwarisi peninggalan berupa wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau.
Wayang kulit merupakan simbol budaya dan bagian dari 10 warisan budaya yang diakui dunia.
Di desa ini juga menyediakan kegiatan panahan dengan menggunakan kostum wayang.
Baca Juga: Klaim Profesi Terpandang, Petani Disebut Jadi ‘Anak Emas’ di Era Soeharto, Begini Fakta Kejutannya
Setiap wisatawan yang berkunjung akan dikenalkan dengan istilah Seni Tatah Sungging.
Menurut Kemdikbud, Tatah Sungging merupakan proses untuk memahat juga mewarnai objek wayang tertentu.
Tatah dapat diartikan sebagai memahat dan sungging adalah mewarnai.
Tatah Sungging cukup berbeda dengan teknik seni lainnya, karena teknik ini akan menghasilkan karya kriya yang khusus.
Di Desa Sidowarno, Tatah Sungging digunakan pada wayang dengan kulit kerbau.
Dalam melakukan Tatah Sungging, diperlukan ketekunan, ketelitian dan perlu cermat untuk menghasilkan karya yang bernilai tinggi.
Kesenian ini juga memiliki arti yang mendalam, seperti berhubungan dengan kehidupan sehari-hari ataupun hubungan manusia dengan alam.
Tatah Sungging adalah salah satu seni yang terbilang tidak mudah untuk dipelajari.
Pada awalnya, kesenian ini merupakan kegemaran dari kalangan tertentu seperti para bangsawan.
Menurut Kemdikbud, Tatah Sungging memiliki tiga fungsi yang terkait dengan program pembangunan negara.
Yaitu, fungsi sosial dimana kesenian ini dapat memperluas lapangan kerja.
Lalu fungsi ekonomi dimana kriya ini memanfaatkan sumber alam dan dapat meningkatkan pendapatan.
Dan yang terakhir adalah fungsi budaya yaitu untuk mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
Di Desa Sidowarno, pengunjung dapat belajar seni Tatah Sungging dan juga perwayangan.
Desa wisata ini terbilang cukup lengkap dari mulai aspek sejarah dan kebudayaannya.
Selain itu, fasilitas desa ini juga memadai seperti area parkir luas, kamar mandi umum dan juga homestay.
Kesenian seperti wayang dan Tatah Sungging perlu dilestarikan oleh warga Indonesia.
Untuk itu, desa di Wonosari, Klaten ini ikut mencoba mengajak masyarakat untuk belajar seputar wayang dan Tatah Sungging.
Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten dapat dijadikan pilihan wisata kesenian dan kebudayaan khususnya untuk mempelajari wayang dan Tatah Sungging.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi