Anggrannya Fantastis hingga Rp2,2 Triliun, Pembangunan SPAM di Wonogiri Ini Sempat Mundur, Kapan Rampung?

inNalar.com – Dalam rangka meningkatkan akses air minum aman bagi seluruh masayrakat Indonesia, Kementerian PUPR melakukan pembangunan SPAM di Wonogiri.

Dikenal dengan nama SPAM Wosusokas, lokasinya berada di Donoharjo, Wuryorejo, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Proyek SPAM Wosusokas merupakan bagian dari Proyek Strategi Nasional.

Baca Juga: Peras Dana Rp948 Miliar, SPAM di Binjai Ini Mampu Layani Kebutuhan Air Minum 440.000 Jiwa

Pembangunannya dimulai pada tahun 2017 dan ditarget rampung pada tahun 2024.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, sumber air baku fasilitas ini berasal dari waduk Gajahmungkur.

Kemudian, air tersebut disalurkan melalui pipa transmisi air bersih dengan 12 titik reservoir.

Baca Juga: Kampung Wisata Tersembunyi di Balikpapan Ini Jadi Objek Wisata yang Atraktif dan Edukatif

Nantinya, SPAM ini memiliki kapasitas 1.450 liter per detik dan dapat melayani air minum bersih 580 ribu jiwa.

Pembangunan SPAM ini diharapkan menjadi solusi krisis air bersih di Kota Solo.

Untuk merealisasikan proyek ini, dana yang dibutuhkan mencapai Rp2,2 triliun.

Baca Juga: Genggam Kontrak Rp2,87 Triliun, PT Sumber Global Energy (SGER) Andalkan Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur Guna Pasok PLTU Song Hau 1 di Vietnam

Meskipun begitu, sebenarnya proyek ini diproyeksikan rampung pada tahun 2019.

Namun, pembangunan proyek ini sempat mundur dan targetnya pun mundur ke tahun 2024.

Kini, pembangunan SPAM Wosusokas mencapai tahap II di Wonogiri.

Baca Juga: Genggam Kontrak Rp2,87 Triliun, PT Sumber Global Energy (SGER) Andalkan Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur Guna Pasok PLTU Song Hau 1 di Vietnam

Pembangunan SPAM Regional Wosusokas Tahap II dilakukan dalam rangka penambahan debit air baku di dua daerah.

Dua daerah tersebut meliputi Kab. Sukoharjo dan Kota Surakarta dengan rencana kapasitas 700 1ps.

Saat ini Proyek SPAM Regional Wosusokas Tahap II sedang dalam penyusunan dokumen FBC melalui fasilitas PDF Kementerian Keuangan.*** 

Rekomendasi