Anggarkan Rp7 M, Pembangunan Gedung IGD Rumah Sakit Kalimantan Utara Mangkrak Usai Rampung 60 Persen, Kenapa?

inNalar.com – Proyek pembangunan IGD Tanjung Selor yakni RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo di Kalimantan Utara mangkrak.

Pembangunan gedung IGD tersebut diketahui dihentikan setelah proses pelaksanaan yang sudah selesai sebanyak 60 persen.

Dilansir inNalar.com dari kaltara.bpk.go.id, proyek IGD ini rupanya menghabiskan anggaran Rp7 miliar.

Baca Juga: Kebut Beres 2024, Kementerian PUPR Telah Merampungkan 34 Insfrastruktur PSN di Jawa Tengah, Apa Saja?

Biaya tersebut didapatkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan telah dicairkan setidaknya 50,4 persen.

Alasan pemberhentian pembangunan IGD RSUD Tanjung Selor di Kalimantan Utara ini sendiri rupanya karena keterlambatan.

Rencana awal proyek yang harusnya rampung pada akhir tahun 2022 mendapatkan perpanjangan hingga Maret 2023 selama 50 hari.

Baca Juga: Bendungan Raksasa Senilai Rp1,8 T di Jawa Timur Ini Keberadaannya Malah Bikin Konflik, Apa Masalahnya?

Akhirnya, proyek tersebut tidak dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yakni kontraktor dan pemerintah.

Penghentian pun dilakukan oleh pemerintah karena pengerjaan IGD Kalimantan Utara itu tak kunjung rampung.

Bangunan yang sudah rampung 60 persen ini masih berdiri hanya dengan menggunakan material atap baja ringan.

Baca Juga: Sudah Berdiri Sejak 1979, Pabrik Nanas di Lampung yang Terbesar Ketiga di Dunia Ini Dulunya Jualan Tepung?

Meski begitu, pemerintah tetap berupaya agar bangunan yang telah rampung sebanyak 60 persen ini dapat tetap dimanfaatkan.

Akan tetapi, dana yang awalnya didapat dari DAK akan dilanjutkan menggunakan APBD atau dana daerah.

Pemerintah berkeinginan untuk melanjutkan pembangunan IGD RSUD Tanjung Selor, Kalimantan Utara dengan menggunakan APBD 2024.

Baca Juga: Anggaran Rp2,5 Triliun Lenyap, Korupsi Bikin Mega Proyek di Jawa Barat Ini Mangkrak Lebih dari 1 Dekade

Sayangnya, pemanfaatan bangunan mangkrak di Tanjung Selor ini tidak dapat langsung terealisasi karena dana yang belum cair.

Namun, pemerintah berharap bahwa proyek yang terhenti akibat keterlambatan pengerjaan tersebut dapat terkejar meski tidak sempurna.

Dengan begitu, Tanjung Selor dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kalimantan Utara.***

 

Rekomendasi