Anggarannya Rp600 M, Jembatan Kahayan di Kalteng Kini Dilengkapi Lampu Hias dan Air Mancur, Berapa Dayanya?

inNalar.com – Jembatan Kahayan, telah menjadi ciri khas yang mewakili sejarah daerah Kalimantan Tengah.

Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru pada kawasan tepian sungai Kahayan.

Oleh karena itu, Jembatan Kahayan dibangun dan dipercantik kembali dengan menambah pencahayaan lampu hias dan air mancur, tanpa meninggalkan nilai sejarah.

Baca Juga: Geger! Warga di Jawa Timur Temukan Lubang Misterius Bekas Tambang Emas yang Tembus ke Istana Terpendam

Peresmian lampu hias dan air mancur tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2023 yang lalu.

Awalnya, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah mengumumkan bahwa proyek renovasi pada jembatan Kahayan tersebut membutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp600 miliar.

Selain menjadikan Ikon daerah, proyek ini juga bertujuan untuk menciptakan kawasan front city yang menarik dengan ruang terbuka hijau di sekitar penghubung jalan tersebut.

Baca Juga: Cawapres Gibran Tawarkan Sederet Kartu Penunjang Hidup! Anak hingga Lansia Bakal Jadi Sasaran, Ini Bocorannya

Dipantau dari YouTube Sekretariat Daerah Kalteng, penambahan lampu hias dan air mancur ini dilakukan di area Taman Pasuk Kameloh yang berada dekat dengan jembatan.

Tujuannya, agar lampu hias memberikan pencahayaan yang indah pada malam hari, serta memberikan nuansa menyenangkan bagi pengunjung dan warga sekitar.

Sedangkan keberadaan air mancur, memberikan elemen air yang segar, dan meningkatkan keindahan serta keasrian kawasan Sungai Kahayan.

Baca Juga: Intip Pasar Terpencil Paling Jauh dari Pusat Kota Pacitan, Ada Penjual Jerami Eceran Seharga Rp10 Ribu ?

Peresmian lampu hias dan air mancur jembatan tersebut, dilakukan oleh Gubernur Sugianto Sabran di Taman Pasuk Kameloh.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, menitipkan kepada Walikota Palangka Raya untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Pemprov Kalimantan Tengah Tersebut.

Selain itu, Gubernur Sugianto Sabran juga menyampaikan penataan wajah baru ibu kota Provinsi Kalteng ini dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Palangka Raya.

Disamping itu, hal ini telah dirasakan oleh beberapa penjual di sekitar jembatan Kahayan, yang merasa dengan adanya lampu hias dan air mancur, semakin ramai pengunjung yang datang.

Adapun lampu hias yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng ini membutuhkan daya listrik sebesar 65 ribu watt.

Sedangkan air mancurnya membutuhkan daya sekitar 105 ribu watt. Sehingga untuk menyalakan kedua nya diperlukan daya sekitar 170 ribu watt.

Menurut rencana, lampu hias dan air mancur di Jembatan Kahayan tersebut dinyalakan dua kali dalam seminggu, yakni pada malam sabtu dan ahad.

Namun lampu hias dan air mancur di Jembatan tersebut, juga akan dinyalakan saat pelaksanaan acara khusus tertentu.

Inilah gambaran dari Jembatan Kahayan yang telah dipasang lampu hias dan air mancur dengan anggaran Rp600 Miliar, serta membutuhkan daya sekitar 170 ribu watt. ***

 

Rekomendasi