Anggarannya Rp5,8 Triliun, Bandara di Sumatera Utara Dibangun 1994, Pertama Terintegrasi dengan Kereta?

inNalar.com – Bandara Internasional di Provinsi Sumatera Utara jadi yang pertama terintegrasi dengan kereta.

Perencanaan dari pembangunan Bandara Kualanamu Sumatera Utara sudah dimulai sejak tahun 1984.

Pembangunan dari Bandara di Sumatera Utara tersebut menggantikan Bandar Udara Polonia yang telah berusia 85 tahun.

Baca Juga: Soekarno Juluki Presiden Soeharto: ‘Koppig’ Keras Kepala, Tak Ada yang Berani Meramalkan Keruntuhannya?

Keputusan tersebut dimuat dalam Keputusan Presiden Nomor 76 Tahun 1994.

Dalam Keppres tersebut berisi tentang pembentukan Panitia Pemindahan Bandar Udara Polonia Medan, Sumatera Utara.

Untuk menindaklanjuti keputusan tersebut dilakukanlah MOU antara pemerintah melalui c.q.PT. (Persero) Angkasa Pura II bersama PT. Citra Lamtoro Gung Persada.

Baca Juga: Ngakak! Ternyata Jawa Timur Punya Nama Desa yang Unik dan Lucu, Nomor 3 Menjurus ke Kelamin Wanita?

MOU tersebut berisikan mengenai investasi serta pengelolaan dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Akan tetapi, karena pada saat itu kondisi ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk sehingga MOU itu tidak berjalan.

Letak dari Bandara Internasional di Sumatera Utara ini di daerah Kualanamu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga: Merinding! Uniknya 4 Nama Desa di Jawa Timur Ini, Nomor Empat Sering Muncul Hantu Sampai Dinamai Kampung…

Pembangunan bandara ini sempat mandek seperti proyek-proyek pemerintah lainnya yang diakibatkan oleh krisis ekonomi.

Meskipun demikian, pembangunan Bandara Kualanamu di Sumatera Utara dilanjutkan seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian Indonesia.

Lanjutan pembangunan proyek di Sumatera Utara tersebut dimulai dengan melakukan kajian terhadap 3 aspek.

Ketiga aspek tersebut adalah ketersediaan dana, tingkat kebutuhan serta kriteria khusus yang sesuai dengan karakteristik dari proyek yang bersangkutan.

Lahan pembangunan yang digunakan untuk Bandara di Sumatera Utara ini delus 2,365 hektar yang telah dibebaskan sejak tahun 1997.

Pembebasan tersebut dilakukan oleh PT. Angkasa Pura II. Bandara ini memiliki kapasitas tampung 8 juta penumpang setiap tahunnya.

Untuk panjang dari landasannya adalah 3750, meter yang bisa untuk didarati oleh pesawat dengan jenis B 747-400.

Pembiayaan pembangunan bandara Kualanamu merogoh kocek yang berasal dari Pinjaman Luar Negeri.

Pemerintah melakukan pinjaman 225 juta dollar untuk membangun fasilitas dari sisi udara.

Sedangkan pinjaman dari PT. angkasa Pura II bernilai Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pada sisi daratan, data tersebut berasal dari website Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Hingga total pembangunan dari Bandara Internasional di Sumatera Utara tersebut merogoh kocek Rp 5,8 triliun.

Bandara ini telah melayani lebih dari 8 juta penumpang per tahunnya yang berasal dari dalam hingga luar negeri.

Selain itu bandara internasional di Sumatera Utara itu menjadi bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan modal transportasi kereta api.

Jarak antara Bandara Kualanamu yang ada di Deli Serdang dari Kota Medan sekitar 30 km.

Jika ditempuh dengan berkendara maka akan menghabiskan waktu hingga 1 jam.

Meskipun begitu, bandara pertama yang memiliki akses kereta api ini memiliki rute dari Kota Medan menuju Bandara Kualanamu di Deli Serdang.

Untuk sampai ke bandara itu dari Kita Medan harus melewati tiga stasiun yaitu Stasiun Medan, Stasiun Khalipah serta Stasiun Bandara Kualanamu.

Jika menggunakan kereta api hanya membutuhkan waktu sekitar 38 menit perjalanan.

Harga tiket dari bandara tersebut mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 70.000 sesuai dengan rute perjalanan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]