

inNalar.com – Viral beredar foto di media sosial mengenai makanan tambahan pencegah stunting yang di bagikan oleh salah satu posyandu di Depok.
Diketahui bahwa makanan tambahan yang dibagikan untuk pencegah stunting tersebut diwadahi plastik dengan dengan tutup berwarna-warni dengan gambar walikota dan wakil walikota.
Makanan pencegah stunting tersebut terdiri dari nasi, kuah sup, tahu, dan sawi.
Bersumber dari foto yang diunggah oleh akun instagram @viralsekali memperlihatkan menu tambahan pencegah stunting di Depok.
Selain itu, menu pencegah stunting lainnya sehari-hari yang dibagikan adalah Sup, bubur, bola-bola singkong dan kentang, makaroni telur puyuh, nuget tempe, bola nasi wortel dan lainnya.
Masing-masing makanan tersebut diberikan kepada anak-anak dengan jumlah porsi yang sedikit.
Namun, pembagian menu tambahan pencegah stunting ini membuat banyak pihak geram.
Lantaran menu pencegah stunting yang diberikan terkesan asal dan tidak memperhatikan gizi.
Banyak pula yang menganggap pembagian menu tambahan ini asal-asalan dan sekadar menggugurkan tanggung jawab saja.
Seharusnya, menu-menu pencegahan stunting ini diisi dengan telur, daging, ikan.
Bahkan ada pula yang menganggap bahwa menu makanan pencegahan stunting tersebut tidak layak untuk menurunkan angka stunting di Depok.
Padahal anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk menyediakan makanan tambahan pencegah stunting ini mencapai miliaran.
Untuk merealisasikan kebijakan pencegahan stunting, pemerintah mengucurkan dana hingga Rp4,4 miliar.
Namun, hasil dari dana miliaran tersebut hanya berupa tahu, sawi, sup dan tidak disertai dengan protein hewani.
Tentunya hal ini menjadi buah bibir di masyarakat dan mempertanyakan dana sebesar itu kemana arahnya jika pemberian menu stunting hanya sawi, tahu, dan sup saja.
“Sisanya untuk penuhin protein yang korup,” tulis komentar akun @vin*******.
“Sisanya buat beli daging yang pegang anggaran,” tulis komentar akun novi*****. ***