Anggarannya Rp330 Miliar, Proyek Revitalisasi Pasar di Sumatera Selatan Ini Malah Bikin Pedagang Rugi Rp8,4 M, Kok Bisa?


inNalar.com – Pasar merupakan sebuah tempat yang menjadi pusat perdagangan di suatu daerah dan salah satunya berada di Palembang.

Salah satu pasar di Palembang ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Pasar Cinde.

Lokasinya berada di Jalan Letnan Jaimas, 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Dibangun Abad ke-18, Benteng dengan 8 Meriam Ini Jadi Simbol Ketahanan dan Kekuatan di Pulau Penyengat

Dibangun pada tahun 1958, awalnya dikenal dengan nama pasar Lingkis dan kemudian berubah menjadi Cinde.

Pasar Cinde adalah pasar modern pertama di Palembang, bahkan di Sumatera Selatan.

Telah berusia 59 tahun, pusat perdagangan ini menjadi salah satu cagar budaya tingkat kota berdasarkan SK Wali Kota Palembang Nomor 179a/KPTS/DISBUD/2017.

Baca Juga: Digagas sejak 1980, Jembatan Ikonik Senilai Rp235 Miliar di NTT Ini Akhirnya Dibangun Puluhan Tahun Kemudian, Teknologinya yang Pertama?

Kemudian, pada tahun 2018, pasar ini direvitalisasi oleh pemerintah setempat.

Mengingat pada saat itu, kondisi pasar masih terkesan kumuh dan belum rapih.

Namun, pada saat pandemi datang pada tahun 2020 di Indonesia, pembangunannya mangkrak dan terbengkalai hingga saat ini.

Baca Juga: Terungkap! 3 Alasan Federico Dimarco Perpanjang Kontrak dengan Inter Milan Sebelum Bursa Transfer Januari Dibuka

Padahal, pemerintah menganggarkan proyek ini mencapai angka ratusan miliar rupiah.

Untuk merealisasikan proyek revitalisasi pasar ini, dana yang dibutuhkan mencapai Rp330 miliar.

Dilansir inNalar.com dari Antara, selama revitatalisasi berlangsung para pedagang dipindahkan ke bekas halaman bioskop cinde.

Baca Juga: 34 Persen Sahamnya Dicaplok Emiten Prajogo Pangestu, Petrosea Catat Kenaikan Pendapatan Memuaskan di Kuartal III 2023

Namun, dampak dari mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Cinde ini para pedagang mengalami kerugian besar hingga Rp8,4 miliar.

Selain karena pandemi, terdapat dugaan mangkraknya pusat perdagangan di Palembang ini diakibatkan oleh korupsi.

Diketahui bahwa Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel terus mengusut perkara ini.

Baca Juga: Anggaran Fantastis Capai Rp63 Miliar, Pembangunan Jembatan di Riau Terancam Gagal, Solusinya…

Hingga saat ini, tim Jaksa Penyidik tengah melakukan serangkaian kegiatan penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti agar terungkap tersangkanya.

Bahkan, pada September 2023 lalu tim penyidik juga memeriksa mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo untuk menerima keterangan atas kasus dugaan korupsi ini.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]