

inNalar.com – Teknologi yang terus berkembang juga mendorong pembangunan infrastruktur yang dulunya terlihat tidak mungkin menjadi mungkin, contohnya adalah jembatan kereta di Simpang Joglo, Solo ini.
KA elevated atau jembatan kereta yang ada di Simpang Joglo ini menghubungkan antara Solo Balapan-Kadipiro yang pembangunannya sudah dilakukan sejak tahun lalu.
Pembangunan dari proyek ini ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama pada 8 Januari 2022 lalu.
KA elevated atau rel layang ini merupakan bagian dari megaproyek jalur ganda kereta api sepanjang 10 km dengan biaya sekitar Rp920 miliar.
Dilansir dari akun Youtube WIKA Industri dan Konstruksi, PT Wijaya Karya selaku pemenang lelang proyek infrastruktur ini menyampaikan jika mereka telah berhasil memsang lebih dari 3.000 rangka baja.
Dengan telah terpasangnya seluruh rangka baja dari Jembatan Kereta Solo Balapan-Kadipiro ini menandakan bahwa akhir dari proyek sudah semakin dekat.
KA elevated yang dibangun di Simpang Joglo ini memiliki panjang 270 meter dengan bentang utama sepanjang 130 meter.
Proyek yang masih dalam tahap pengerjaan ini memiliki tinggi 45 meter jika dihitung dari tanah. Rangka tertinggi dari seluruh bagian proyek ini memiliki tinggi 40 meter.
Infrastruktur ini merupakan yang pertama dibangun dengan menggunakan teknik las.
Baca Juga: Jadwal BWF World Tour Finals 2023 Hari Ketiga: Big Match Anthony Ginting vs Viktor Axelsen
Proses instalansi dilakukan dengan menggunakan tandem crane dengan kapasitas 275 ton dan didesain tanpa baut.
Dengan begitu, bagian-bagian dari Jembatan Kereta Solo Balapan-Kadipiro ini harus disambung dengan menggunakan metode pengelasan yang kemudian menjadi tantangan tersendiri dalam proyek ini.
Hal ini karena metode tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang dan hanya bisa dilakukan oleh Welder dengan kemampan sertifikat 6G atau all position.
Kualifikasi yang sangat ketat tersebut dibutuhkan supaya sambungan las antar pipa baja dapat tersambung secara sempurna.
Selain itu, setelah pengelasan dilakukan, juga akan dilakukan pengujian Non-Destructive Test (NDT) Ultrasonic di setiap sambungan pipa baja.
Hal di atas dilakukan demi menjaga kualitas dan memastikan bahwa rangka baja akan tersambung dengan kokoh dan aman.
Pembangunan jembatan ini yang dilakukan oleh PT WIKA ini menghabiskan dana kurang lebih Rp280 miliar.
Dana di atas hanya sebagian dari total Rp920 miliar yang digunakan untuk membaangun keseluruhan megaproyek jalur ganda Solo Balapan-Kalioso sepanjang 10 km.
Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor lokal ini diperkirakan akan selesai dan dapat digunakan pada bulan Juni 2024.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi