

inNalar.com – Jalan Tol Lhokseumawe-Sigli merupakan ruas tol yang terletak di Provinsi Aceh.
Ruas tol Lhokseumawe-Sigli ini menghubungkan beberapa daerah di Aceh diantaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireun dan Kota Lhokseumawe.
Pembangunannya masuk ke dalam tahap 3 Jalan Tol Trans Sumatera.
Dilansir inNalar.com dari kppip.go.id, jalan tol ini membentang sepanjang 135 Km.
Sementara itu, penanggung jawab proyek ruas tol ini dipercayakan kepada PT Hutama Karya.
Diperkirakan tol ini akan terdiri dari 3 simpang susun yakni SS Meureudu, SS Bireun, dan SS Lhokseumawe.
Dengan rampungnya ruas ini, maka akan menghemat waktu perjalanan dari Lhokseumawe ke Sigli.
Sebelum adanya infrastruktur ini, perjalanan dari Lhokseumawe ke Sigli memakan waktu sekitar 3,5 jam.
Namun, setelah adanya tol ini nantinya perjalanan antara dua daerah tersebut hanya memakan waktur sekitar 1 jam 45 menit saja.
Untuk merealisasikan proyek ini, maka pemerintah mengucurkan dana hingga Rp21,7 triliun.
Sayangnya, proyek ini dicabut sebagai Proyek Strategis Nasional dan dihentikan.
Padahal ruas tol Banda Aceh–Sigli sudah tersambung, sementara ke Lhokseumawe sudah dihentikan.
Baca Juga: Kolaborasi Petani dan Swasta di Banyuasin Tuai Sukses
Menanggapi dihentikannya proyek tol Sigli-Lhokseumawe, Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aceh Muhammad Iqbal Pyeung mempertanyakan alasan dicabutnya pembangunan dua ruas jalan tersebut.
Dilansir inNalar.com dari kadin.id, Ketua Kadin Aceh ini sangat menyayangkan pencabutan proyek tersebut.
Mengingat ruas tol ini akan sangat berdampak terhadap perekonomian Aceh di masa yang akan datang.
Selain itu, ia mendorong PJ Gubernur Aceh untuk memperjuangkan proyek ini untuk arah pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih baik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi