Anggarannya Rp2 Triliun, Proyek Bendungan Seluas 550 ha di Jawa Tengah Ini Sempat Terancam Batal, Kok Bisa?

inNalar.com – Pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur sumber daya air dan salah satunya ada di Jawa Tengah.

Bendungan di Jawa Tengah ini telah dibangun pada tahun 2018 silam.

Bendungan di Jawa Tengah ini dikenal dengan sebutan Bendungan Bener.

Baca Juga: Sediakan Air untuk IKN, Bendungan di Kalimantan Timur Ini Habiskan Dana hingga Rp556 M dan Rampung Akhir 2023

Secara administratif, bendungan Bener ini berlokasi di Kaliangkep I, Guntur, Kec. Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, Bendungan yang terletak di Jawa Tengah ini mulai dibangun pada tahun 2018.

Mulai dibangun pada tahun 2018, Bendungan Bener ditargetkan rampung pada tahun 2024 mendatang.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 92 juta meter kubik.

Baca Juga: Gerus Dana Rp44,8 Miliar! Bendungan di Aceh Justru Bikin Petani Rugi Hingga Rp250 Miliar, Kok Bisa?

Memiliki kapasitas sebesar 92 juta meter kubik, setelah rampung bendungan ini diramalkan dapat mengairi lahan irigasi seluas 15.519 hektar.

Tak hanya itu, dengan adanya bendungan Bener ini nantinya juga bermanfaat untuk menyuplai air baku ke 3 kabupaten.

Selain bermanfaat untuk irigasi dan penyuplai air baku, bendungan ini juga difungsikan untuk pembangkit listrik yang nantinya akan menyuplai energi listrik sebesar 10 megawatt.

Proyek pembangunan bendungan sebesar ini, pemerintah menggelontorkan dana yang tidak sedikit.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp1,92 Triliun, Proyek Bendungan di Jawa Barat Ini Bakal Reduksi Banjir di Hilir Citarum

Biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan bendungan ini mencapai Rp 2 triliun yang bersumber dari APBD dan APBN.

Namun, seperti proyek pembangunan infrastruktur lainnya di mana terdapat suatu tandangan atau permasalahan dalam merealisasikan bendungan ini.

Bahkan, proyek bendungan berkapasitas 92 juta meter kubik ini sempat terancam batal.

Bendungan Bener ini sempat tuai kontroversi karena batu andesit untuk fondasinya akan ditambang dari desa Wadas.

Masyarakat menolak keras hingga melakukan unjuk rasa karena tanah di sekitar Wadas dinilai BVKSDAM sangat labil.

Meskipun sempat menuai kontroversi, kini pembangunan bendungan Bener tetap berlanjut dan warga Wadas telah menyepakati pembebasan lahan untum tambang batu andesit.***

Rekomendasi