Anggarannya 10 Triliun dari Swasta, Bandara Ini Permudah Haji Sekaligus Jadi Kebanggan Warga Kediri?

inNalar.com – Salah satu bandar udara yang tengah dibangun di Indonesia saat ini adalah bandara di Kediri, Jawa Timur.

Uniknya, bandara yang dibangun di Kediri, Jawa Timur ini dibangun oleh perusahaan swasta.

Perlu diperhatikan, biasanya pembangunan bandara di Indonesia akan menggunakan bantuan dana dari APBN. Namun ini berbeda dengan bandara yang tengah dibangun pada provinsi Jawa Timur tersebut.

Baca Juga: Dananya Rp846 Miliar! Bendungan di Lampung Ini hingga Kini Belum Juga Diresmikan Meski Telah Rampung, Kenapa?

Adapun nama dari bandar udara yang tengah dibangun di provinsi Jawa Timur menggunakan dana swasta adalah bandara Dhoho yang terletak di Kabupaten Kediri.

Walaupun dibangun oleh perusahaan swasta, namun dana yang dikeluarkan dalam pembangunan bandara Dhoho di Kediri ini tidaklah tanggung-tanggung.

Karena anggaran yang dibutuhkan dalam pembuatan bandar udara di provinsi Jawa Timur ini membutuhkan 10,8 triliun, yang terbagi menjadi 3 tahap.

Baca Juga: Kota Jambi Gak Masuk! Ternyata Ini 5 Daerah Terkaya di Provinsi Jambi, Nomor 1 Kabupaten Muaro Jambi?

Ditambah lagi, bandara Dhoho Kediri ditargetkan agar dapat beroperasi pada tahun 2024 besok.

Meskipun yang memprakarsai dibangunnya bandara Dhoho Kediri ini adalah perusahaan swasta, tentu tidak lepas pula dari adanya peran pemerintah.

Dilansir Innalar.com dari dephub.go.id, bandar udara Dhoho merupakan salah satu dari proyek bandara di Kediri, yang dibangun dengan skema Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga: Hasilkan 103,96 Kuintal per ha, Pertanian Bawang Merah Terbesar di Jawa Timur Ini Terima Rp 3M Setiap Panen?

Sedangkan Dalam pembangunan bandara Dhoho yang dilakukan di Kediri, pembangunan bandar udara tersebut dilakukan oleh PT Gudang Garam, yang dilewatkan melalui anak perusahaannya yaitu PT Surya Dhoho Investama.

Menurut Hanindhito Himawan Pramana, selaku Bupati Kediri menjelaskan jika bandar udara Dhoho merupakan pertama kalinya terdapat bandara di Indonesia yang dibangun oleh perusahaan swasta.

Dan perusahaan swasta tersebut adalah PT Gudang Garam Tbk.

Diketahui jika bandara Dhoho Kediri ini akan memiliki panjang landas pacu sebesar 3.300 x 60 meter.

Ditambah dengan apron commercial seluas 548 x 141 meter, apron VIP sebesar 221 x 97 meter, dengan memiliki 4 taxiway, serta luas lahan parkir sebesar 37.108 meter persegi.

Sedangkan pada sisi darat bandara Dhoho memiliki terminal penumpang seukuran 18.000 meter persegi, yang nantinya mampu menampung kapasitas hingga 1,5 juta penumpang per tahun.

Kabar baiknya, dengan adanya bandara Dhoho Kediri ini, maka akan memudahkan akses bagi orang-orang yang hendak haji ataupun umroh.

Menurut penjelasan Budi Karya Sumadi yang merupakan Menteri Perhubungan, ia memaparkan jika dengan adanya Bandara Baru di Kediri ini dapat dimanfaatkan dalam penerbangan komersial, umroh, ataupun haji.

Karena menurutnya, warga Kediri dan sekitarnya sebenarnya banyak sekali ingin melakukan umroh. Dan dengan ini, tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Jakarta dan Surabaya saat melakukan ibadah tersebut.

Selain tidak perlu pergi jauh, bahkan keberadaan bandara Dhoho Kediri ini juga bisa memangkas waktu perjalanan.

Karena waktu perjalanan yang harus ditempuh saat dari Kediri menuju Surabaya kurang lebih sekitar 3 jam.

Akan tetapi dengan menaiki pesawat, maka cukup dengan 1 jam saja.

Bahkan Jakarta – Kediri dengan menaiki pesawat cukup dengan memakan waktu satu jam saja.

Tentu ini akan menjadi kabar baik bagi orang-orang yang sering bepergian, ataupun yang hendak melakukan ibadah umroh ataupun haji.***

Rekomendasi