

inNalar.com – Pembangunan jembatan di Sulawesi Tengah memiliki fungsi sebagai akses penghubung yang mudah untuk dilalui oleh masyarakat.
Akses jalan mudah di Sulawesi Tengah dapat mempermudah aktivitas masyarakat dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
Pembangunan jembatan merupakan sebuah pembangunan infrastruktur secara merata dan juga adil supaya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Berdasarkan adanya hal tersebut, pembangunan jembatan di Sumatera ini memiliki nama yaitu Jembatan Torate.
Anggaran yang digunakan untuk pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat disana disalahgunakan oleh oknum yang mementingkan dirinya sendiri.
Pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan anggaran juga memiliki dampak seperti adanya bangunan jembatan yang tidak kokoh.
Kurangnya volume dalam pengerjaan hingga penggunaan bahan material yang tidak memiliki kualitas dan asal jadi.
Awalnya pembangunan jembatan sebagai akses penghubung di Sulawesi Tengah ini dikerjakan oleh Sherly.
Tetapi terdapat pergantian kontraktor dan diambil alih dari perusahaan swasta PT. Aiya Nusantara hingga masa kontrak berakhir.
Pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan fakta rincian anggaran yang digunakan membuat boncos keuangan negara.
Diketahui bahwa oknum yang melakukan aksi licik penyalahgunaan anggaran untuk pembangunan jembatan ini ada 6 orang yang terlibat.
Anggaran yang digunakan untuk pembangunan Jembatan di Sulawesi Tengah ini bersumber dari dana APBN.
Dilansir dari bpk.go.id total anggaran yang digelontorkan utuk pembangunan jembatan sebagai akses penghubung ini sebesar Rp 14,9 miliar.
Adanya penggunaan anggaran yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum negara menjadi rugi.
Kerugian negara atas penyelewengan anggaran pembangunan Jembatan Torate di Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh pihak nakal ini sebesar Rp 2,8 miliar. ***