

inNalar.com – Air merupakan kebutuhan sehari-hari yang sangat penting bagi manusia untuk minum, mandi, memasak dan mencuci.
Oleh karena itu, kesulitan air di Pringsewu yang berjarak 3 jam 30 menit dari Bandar Lampung menjadi tugas tersendiri untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Anggaran dengan jumlah besar digelontorkan oleh PUPR sejak 2021 untuk mengalirkan air minum bersih ke Pringsewi untuk 24 ribu jiwa penduduk.
Pak Basuki Hadimuljono atau akrab disapa Pak Bas selaku Menteri PUPR turut menekuni proyek pemasokan air minum ini.
Menurut PP Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, dilansir dari PDAM Pintar menunjukkan bahwa sistem penyediaan air minum yang disebut juga SPAM adalah suatu kesatuan dan fasilitas prasarana yang menyediakan air minum.
Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan SPAM mencakup serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana tersebut.
Salah satu tujuan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) adalah menjamin hak masyarakat atas air minum.
Berdasarkan laman resminya, PUPR mendukung pembangunan Fasilitas Pengembangan Air Minum (SPAM) di IKK Way Sepagasan di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
SPAM yang dibangun pada tahun 2021 saat ini melayani 975 unit Connected Home (SR) dari target 4.800 SR.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan SPAM menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam memberikan akses masyarakat terhadap air minum berkualitas dengan harga terjangkau.
SPAM Way Sepagasan dibangun oleh Balai Prasarana Permukiman Daerah Lampung Cabang Cipta Karya Kementerian PUPR.
Menggunakan air dari Sungai Way Sepagasan yang terletak di Hutan Lindung Kabupaten Pagelaran Utara, Pringsewu.
SPAM ini dapat memenuhi kebutuhan air minum 24.000 jiwa masyarakat yang tinggal di empat kecamatan: Pertunjukan Utara, Sukoharjo, Banyumas dan Adiluwih.
Pada tahun 2020-2021, Kementerian PUPR akan menyediakan anggaran sebesar Rp54,49 miliar untuk membangun fasilitas pengelolaan air (IPA) berkapasitas 2 kali 30 liter per detik dan jaringan pipa.
Di kawasan instalasi pengolahan air (IPAL), beberapa fasilitas baru telah dibangun.
Beberapa diantaranya merupakan metode pengolahan air yang ramah lingkungan karena menggunakan sistem gravitasi mulai dari sumber air hingga IPA di bagian hulu.
Struktur IPA terbuat dari baja dengan dasar beton; tangki penyaring lumpur; dan tangki kaca berkapasitas 1.000 m3 ideal untuk teknologi air minum instan.
Selain itu, Kementerian PUPR sedang membangun laboratorium, penyimpanan bahan kimia, genset, meteran air utama, pertamanan, pagar keliling, dan kantor pengelola.
Di luar instalasi pengolahan dibangun pipa HDPE, gorong-gorong, 3 buah jembatan berdiameter 350 mm dan satu meter air permukaan berdiameter 75 mm.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu terus didorong oleh Kementerian PUPR untuk mengembangkan SPAM Way Sepagasan melalui program tambahan sambungan rumah tangga.
Tujuannya untuk memaksimalkan manfaat dari sistem pengelolaan air minum yang telah terjalin.
SPAM IKK Way Sepagasan terletak di Kabupaten Pringsewu, sekitar 120 km dari pusat kota Bandar Lampung, sekitar 3 jam 30 menit berkendara.***