

inNalar.com – Proyek pembangunan bandara di Maluku merupakan sebuah akses untuk mempermudah pekerjaan bisnis, maupun wisata ke Maluku.
Dari adanya pembangunan bandara di Maluku selain dapat mempermudah perjalanan tentunya juga dapat membantu meningkatkan ekonomi.
Bahkan dari adanya pembangunan bandara yang terletak di Maluku juga dapat membantu untuk mendapatkan lowongan kerja disana.
Bandara yang dibangun yakni Bandara Banda Neira yang berada di Maluku, pengerjaan yang dilakukan merupakan pemenuhan pada landasan pacu untuk pesawat.
Tetapi terdapat kejanggalan dan menyimpang dari nilai kontrak yang telah disetujui, bahkan tidak sesuai dengan rencana awal.
Anggaran yang semestinya digunakan untuk proyek pembangunan landasan pacu di bandara tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Hasilnya terdapat volume pekerjaan yang berkurang dan tidak sesuai, bahkan terdapat selisih dari volume pekerjaan.
Hal tersebut tentunya merugikan keuangan negara sebab anggaran yang digunakan untuk pemenuhan fasilitas disalahgunakan.
Atas perilaku oknum yang berbuat licik tersebut harus membayar denda sebesar Rp 200 juta dan juga mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.
Bahkan penyalahgunaan anggaran tersebut telah dilakukan ramai-ramai, tentunya aas perilaku yang menyimpang tersebut para oknum harus bertanggung jawab.
Bahkan para oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran telah mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya.
Anggaran yang digunakan untuk landasan pacu Bandara Banda Neira yang bersumber dari anggaran negara.
Nilai kontrak yang telah tertulis untuk pengerjaan proyek landasan pacu tersebut sebesar Rp 1 miliar lebih.
Melansir informasi resmi dari BPK Maluku, biaya yang telah dikucurkan merupakan anggaran pada tahun 2014 untuk pengerjaan landasan pacu untuk pesawat.
Dari adanya Bandara Banda Neira di Maluku dapat mempermudah perjalanan bisnis maupun kunjung wisatawan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi