

InNalar.com – Akhirnya, pada Desember 2023 kemarin Sulawesi Selatan telah memiliki proyek strategis nasional terbesar di provinsi mereka yang bekerja sama dengan China.
Proyek terbesar tersebut adalah pembangunan infrastruktur bendungan yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi kota Makassar dan sekitarnya.
Meski akan memberi manfaat hingga ke Makassar, namun sebenarnya infrastruktur tersebut justru dibangun di kabupaten Gowa.
Bagaimana tidak, lahan dari tempat penampungan air ini saja luasnya mencapai sekitar 1.722 hektar.
Total luas lahan tersebut mencakup 3 desa yang ada disekitaran lokasi yang akan dijadikan tempat penampungan air yang dimaksud.
Selain itu, infrastruktur tersebut nantinya juga akan jadi tempat penampungan air terbesar di Sulsel.
Maka tak heran jika meski tempat penampungan air tersebut berada di kabupaten Gowa, namun manfaatnya bisa dirasakan pula hingga ke Kota Makassar.
Ditambah daya tampung efektif dari infrastruktur ini juga mencapai 174,5 juta meter kubik.
Dengan adanya infrastruktur tersebut, bahkan bisa juga untuk mengendalikan banjir di Sungai Jenelata sebanyak 686 m3 per detik pada periode ulang 50 tahun.
Ada pula pemanfaatan lain untuk menyediakan aliran irigasi pada lahan pertanian padi/palawija seluas 26.773 hektar.
Bahkan nantinya SPAM Regional Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar) yang meliputi daerah Sulawesi Selatan juga dapat terpenuhi dengan kapasitas 6,05 m3 per detik.
Walaupun ternyata untuk membangun bendungan terebesar ini pemerintah harus melakukan kerja sama dengan China.
Adapun kontraktor yang membangun infrastruktur di daerah Sulawesi Selatan ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), Bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan KSO CAMC Engineering Co., Ltd yang merupakan perusahaan asal China.
Dilansir InNalar.com dari laman Pemprov Sulsel, karena hal tersebut lah anggaran sebanyak Rp4,1 triliun dapat digunakan untuk membangun infrastruktur tersebut.
Karena dana Rp4,1 triliun tersebut berasal dari skema dana loan agreement bersama pemerintah China dan dana pendampingan dari Kementerian PUPR.
Menyandang gelar bendungan terbesar, bahkan infrastruktur ini saja membutuhkan waktu yang cukup lama hingga konstruksinya rampung.
Pasalnya, rencana pembangunan dari infrastruktur yang berada di kabupaten Gowa ini saja ditargetkan baru rampung pada tahun 2028.
Adapun nama dari tempat penampungan air terbesar ini adalah Bendungan Jenelata. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi