

inNalar.com – Kementrian PUPR Ditjen Perumahan telah menyelesaikan renovasi rumah tak layak huni di Medan, Sumatera Utara.
Rumah yang telah direnovasi ini pada akhirnya menjadi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).
Oleh sebab itu, Sarhunta ini bisa menjadi pilihan masyarakat sebagai tempat menginap saat berwisata di Danau Toba.
Adanya renovasi juga ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tak layak huni.
Mengutip dari PUPR, Sarhunta ini juga diharapkan bisa mendobrak perekonomian dari sektor pariwisata.
Adapun anggaran untuk merenovasi tempat ini mencapai 121,9 Miliar, dengan jumlah total 607 hunian.
Terdiri dari 569 rumah, yang kemudian dijadikan penginapan. Kemudian, 1 sanggar seni, 4 toko, 30 kafe atau kios, dan 3 rumah lain untuk keperluan pariwisata yang lain.
Renovasi rumah-rumah tak layak huni ini juga didesain lebih modern dan kekinian, tanpa meninggalkan kearifan lokal setempat.
Misalnya, penginapan di Desa Lumban Suhi-suhi dan Lumban Siallagan, yang masih menggunakan konsep Rumah Bolon.
Sehingga, dengan tetap mempertahankan kekhasan daerah diharapkan bisa meningkatkan daya tarik pengunjung Danau Toba.
Sekaligus sebagai sarana untuk mengenalkan Budaya Batak itu sendiri.
lokasi Sarhunta yang strategis ini juga bisa memudahkan pengunjung untuk berjelajah di sekitaran wisata Danau Toba dan sekitarnya.
Apalagi pemerintah Kabupaten Samosir sendiri, menargetkan 850.000 wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Utara.
Bahkan, pada tahun 2024 ditargetkan sejumlah 1 juta pengunjung.
Selain merenovasi rumah tak layak huni menjadi Sarhunta. Pemerintah juga meningkatkan kualitas rumah yang ada di sekitar wisata Danau Toba sejumlah 1.192 unit.
Misalnya, daerah Tapanuli Utara, samosir, Simalungun, Toba, dan lain sebagainya. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi