

inNalar.com – Suku primitif yang berada di pedalaman hutan Gorontalo ini menolak adanya orang asing yang berkunjung.
Bagi suku yang berada di pedalaman Gorontalo ini menganggap bahwa orang asing sangatlah berbahaya.
Suku yang berada di Gorontalo ini memiliki nama Suku Polahi tidak mengenal adanya kepercayaan dari agama apapun.
Hal tersebut disebabkan para penduduk suku yang berada di pedalaman hutan ini tidak pernah mendengar informasi mengenai kepercayaan agama.
Suku yang terletak di pedalaman hutan Gorontalo ini menggunakan bahasa asli Gorontalo sejak zaman dahulu, tidak hanya itu suku tersebut juga memiliki bahasa tubuh yang hanya dimengerti oleh penduduk Suku Polahi.
Bahkan penduduk Suku Polahi di Gorontalo ini minim pengetahuan dan kehidupan yang terbatas, sebab suku tersebut sangatlah tertutup.
Tidak hanya itu suku tersebut masih primitif dan jauh dari perkembangan teknologi saat ini, suku ini berada di pedalaman.
Awalnya Suku Polahi merupakan penduduk biasa dan normal pada umumnya tetapi ketika datang penjajah Belanda, suku tersebut melarikan diri dari pada penjajah.
Sehingga penduduk Suku Polahi ini melarikan diri kedalam hutan sebab menolak untuk dijajah dan juga membayar pajak kepada para penjajah.
Sehingga sampai saat ini suku tersebut masih ada di pedalaman dan juga primitif, selain itu suku yang berada di Gorontalo ini memiliki tradisi yang aneh.
Pada umumnya menikah dengan hubungan keluarga yang masih sedarah sangatlah ditolak mentang-mentang.
Tetapi berbeda dengan Suku Polahi di Gorontalo ini para penduduk yang tinggal di sana memperbolehkan perkawinan sedarah antara saudara, dan bapak anak, serta ibu anak.
Tidak hanya itu pernikahan sedarah juga menjadi tradisi suku tersebut yang memperbolehkan
Melansir dari Youtube @Angelick Vaulina para penduduk Suku Polahi juga menolak adanya orang asing sebab menurut suku tersebut orang asing merupakan orang yang membahayakan.
Sehingga ketika ingin mengunjungi suku primitif yang berada di pedalam hutan Gorontalo ini harus menggunakan guide atau orang yang menempati saat berkunjung kesana.***