

inNalar.com – Penemuan Piramida Toba di Sumatera Utara, masih menyimpan banyak misteri.
Penemuan di Sumatera Utara ini sempat dirahasiakan selama setahun ini, menaruh perhatian besar dari sejumlah pihak, seperti Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan serta Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dilansir dari YouTube Makna Masa, disebutkan bahwa selama ini warga di Sumatera Utara juga menyebut struktur bangunan ini dengan Piramida A.
Baca Juga: Fantastis! Bacawapres Gibran Memiliki Harta Kekayaan Capai Rp26 Miliar Usai Jadi Walikota Solo
Para warga juga menganggap susunan batu tersebut merupakan peninggalan peradaban para leluhur yang ditinggalkan begitu saja.
Sehingga warga setempat di Sumatera Utara ini menjadikan wilayah sekitar Piramida Toba sebagai kuburan atau makam.
Penelitian yang terus dilakukan oleh BRIN, mengulik secara dalam sejarah dibalik struktur bangunan ini, serta bagaimana terbentuknya.
Sebelumnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Piramida Toba Sumatera Utara ini karena bentuknya yang ditutupi serangkaian tanaman ilalang dan pepohonan.
Namun semakin hari, keberadaan struktur bangunan ini mulai terbuka dan terlihat oleh masyarakat.
Banyak masyarakat yang kian meyakini, keberadaan Piramida Toba di Sumatera Utara ini memiliki banyak sejarah.
Baca Juga: Gempita Shopee 11.11 Big Sale x JKT48, Shopee Fasilitasi Transformasi Bisnis Brand Lokal & UMKM
Hal ini makin terang, ketika ditemukannya berbagai misteri di sekitar wilayah Piramida oleh peneliti BRIN. Salah satunya adalah kerangka manusia.
Antropolog dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Defri Simatupang, menerangkan bahwa telah ditemukan 7 kerangka manusia sejak 2021 di Sumatera Utara ini.
Selain kerangka manusia, pihak BRIN juga menemukan fragmen gerabah, hingga kepingan mata uang asing peninggalan zaman Belanda di piramida Sumatera Utara tersebut.
Defri juga menjelaskan, penemuan terhadap kerangka manusia tersebut, sangat tidak terduga, karena wilayah itu merupakan bekas pemukiman.
Warga sekitar pun tidak ada yang mengetahui, kerangka tersebut milik siapa dan kapan di kuburnya. Hingga hal ini menjadi polemik yang harus diseesaikan.
Penemuan tersebut, masih diupayakan BRIN untuk dilakukan riset ekskavasi. Namun sampai saat ini, upaya itu masih tertunda.
Sebab, instansi yang menaungi adanya penelitian telah bubar, dan Tim Defri masih dalam tahap pencairan dana.
Disamping proposal yang diajukan ke negara, tim Defri masih menjaga penemuan kerangka hingga saat ini.
Defri mengatakan, Kerangka tersebut sudah dikuburkan kembali namun menggunakan peti, guna menjaga keamanannya.
Setelah penemuan situs Gunung Padang, Penemuan Piramida Toba semakin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat sejarah dan peradaban dunia.
Berada di iklim yang hangat, membuat Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi manusia purba.
Karena lebih dari 1000 spesies di dunia, telah di temukan di Indonesia. Fakta ini didukung oleh temuan geologis dan arkeologis.
Letusan danau Toba, dipercaya menjadi salah satu peristiwa penting yang mengubah sejarah umat manusia.
Seperti yang diketahui, letusan Gunung Toba menjadi yang terbesar dalam 2.000.000 tahun terakhir.
Mungkinkh Piramida merupakan peradaban Nusantara yang hilang, akibat bencana letusan Gunung tersebut?
Pasalnya, suku Toba juga menjadi yang tertua di Indonesia, yang diperkirakan telah ada sejak 1500 Masehi.
Inilah gambaran Piramida Toba di Sumatera Utara, yang masih menyimpan berbagai misteri dan menarik untuk ditelusuri.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi