

inNalar.com – Menko Polhukam Mahfud MD memberikan balasan menohok kepada kepada Arteria Dahlan yang menyebut laporan PPATK harusnya tetap dalam lingkup rahasia.
Mahfud MD menilai pandangan Arteria Dahlan itu termasuk menghalangi proses penyidikan penegak hukum.
Ketegasan Mahfud MD tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (29/3/2023).
Baca Juga: Cindy Nirmala Dihujat Netizen Penonton Para Pencari Tuhan Jilid 16: Mereka Sudah Cukup Kesal
Awalnya, anggota F-PDIP Arteria Dahlan menyoroti sikap Mahfud MD yang mempublikasikan secara luas soal laporan PPATK. Polemik transaksi janggal Rp349 triliun di Kementerian Keuangan seharusnya tidak diungkap ke publik.
Kemudian, politikus 47 tahun itu mengatakan bahwa tindakan Menkopolhukam tersebut ada ancaman pidananya, yakni UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan TPPI bagi siapapun yang membocorkan laporan.
Mahfud MD lalu menegaskan anggota DPR seharusnya tidak menyudutkan, menggertak dan mengancam dirinya soal hal itu.
Baca Juga: Aksi Genit Janis Aneira Tanya Penggemar Para Pencari Tuhan Jilid 16 Soal Menu Buka Puasa
Ia mengatakan bisa melakukan tindakan serupa ke para anggota DPR karena dianggap menghalang-halangi penegakan hukum.
“Kok saudara baru ribut sekarang, saya umumkan, saudara diem aja sejak dulu yang sejak dulu bebas di pengadilan kita tangkap lagi, itukan PPATK. Kok baru ribut sekarang,” kata Mahfud MD.
Pemilik Mohammad Mahfud Mahmodin lantas mengungkapkan hasil kerja PPATK yang berani membuka sejumlah kasus besar. Mulai dari Indosurya hingga Lukas Enembe.
Misal dalam kasus Lukas Enembe, Mahfud MD bersinergi dengan PPATK. Kala itu pendukung mantan Gubernur Papua sampai melakukan demo.
“Ketika dia tersangka ngamuk-ngamuk, rakyatnya turun. Saya panggil PPATK, uangnya di-freeze Kalau tidak seperti itu tidak bisa ditangkap,” terang Mahfud MD.
Oleh sebab itu, profesor 65 tahun tersebut menghimbau kepada para anggota DPR untuk tidak melakukan gertakan, pasalnya ia juga melakukan hal serupa balik.
Baca Juga: Janis Aneira Fix Cinlok dengan Renaga Tahier di Para Pencari Tuhan Jilid 16? Begini Tanda-tandanya
“Jadi main ancam-ancam begitu, kita ini sama.”
Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu juga sempat kesal dengan anggota rapat.
Ia merasa kesal karena saat dirinya tengah berbicara, salah satu anggota melakukan interupsi. Hal ini lantas membuat RDPU sempat heboh.
Baca Juga: Ternyata Seorang Pria Juga Bisa Menstruasi, dr Zaidul Akbar Beberkan Gejala Utama yang Dialami
“Setiap ke sini saya selalu dikeroyok, belum ngomong sudah diinterupsi, waktu kasus Sambo juga begitu, dituding-tuding, disuruh bubar. jangan begitu dong,” tuturnya.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi