Anak Sering Kencing? AWAS, Bisa Jadi Terkena Diabetes Melitus! Kenali Gejalanya Berikut Ini


inNalar.com – 
Penyakit diabetes melitus bisa menurun ke anak keturunananya, bagi orang tua yang ada riwayat diabetes maka sekamin besar juga anak anda terkena penyakit diabetes karena riwayat keturunan. 

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menurun menurun melului riwayat keluarga denagn sangat cepat. 

Karena anak bisa terkena diabetes melitus mulai dari anak tersebut berusi 0 tahun, jadi tidak menunggu dewasa dulu baru anak tersebut terkena diabetes melitus.

Baca Juga: Pasien Diabetes Melitus Wajib Tahu Daftar Buah yang Wajib Dihindari dalam Hidup, Awas Bisa Berakibat Fatal!

Bagi and apara oarang tua atau anda yang belum menikah terapkan pola hidup sehat dan atur pola makan , perhatikan makanan yang anda konsumsi setiap harinya.

Konsumsilah makanan yang mengandung tinggi serat, vitamin dan mineral agar tubuh tidak mudah terkena penyakit.

Penyakit diabetes melitus juga bisa menjadi gawat darurat yang mengancam nyawa seseorang bagi penderita diabetes melitus.

Baca Juga: Cara Mengetahui Gejala Diabetes Melitus Pada Anak, Hal Ini Terlihat Sepele Tapi Berujung Fatal Jika Dibiarkan

Cara mengenali gejala diabetes melitus pada anak terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat diabetes dari keluarganya, antara lain yaitu:

  • Sering haus dan dan buang air kecil disebabkan gula darah yang tinggi sehingga tubuh mengeluarkan melalui urin, akhirnya anak akan menjadi sering kencing/buang air kecil dan mengompol pada malam hari
  • Jika anak anda masih mengompol amka anda juga harus memperhatikan dan konsultasikan dengan dokter serta pengecekan kadar gula pada anak
  • Karena kencing dan banyak mengeluarkan cairan dari tubuh maak anak tersebut akan sering mengalami haus, jadi sering haus dan minum lebih banyak dari biasanya sehingga akn sering kencing
  • Banyak makan, gula darah yang tinggi tidak akan bisa masuk kedalam sel dan tidak dapat dipakai oleh sel, meskipun gula darah tersebut tinggi tapi tidak masuk kedalam sel dan tidak bisa dipakai oleh sel untuk dijadikan sebagai energi untuk kegiatan atau melakukan aktivitas sehari-hari
  • Karena tidak adanya insulin yang diproduksi maka insulin sebagai kunci untuk membuka pintu masuknya gula ke dalam sel untuk dipakai sebagi energi
  • Akhirnya sel-sel tubuh akan merasakn kelaparan dan mengirimkan sinyal ke otak supaya makan lagi dan lagi sehingga anak menjadi gampang lapar dan banyak makan.

Seorang anak yang terkena diabetes dan suka banyak makan maka anak tersebut tidak akan dapat bertambah berta badannya dan justru berat badan si anak akan mulai menurun karena diadak ada energi yang bisa dipakai.

Baca Juga: Han So Hee Dikonfimasi Jadi Model di Project Solo Music Video Lagu ‘Seven’ Jungkook BTS

Tidak hanya itu jaringan pada otot juga ikut melemah dan simpanan/cadangan lemak di dalam tubuh akan yang akan digunakan sebagai energi jadi akan menyusut.

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas merupakan tanda pertama diabetes melitus pada anak yang perlu diwaspadai, meskipun mengonsumsi makanan yang banyak akan akan tetap terlihat lemah dan lemas , letih, lesu.

Disebakan gula dalam darah yang tinggi tidak bisa dipakai sebagai energi tapi orang tua juga harus bisa membedakan denagn mager atau malas gerak pada anak, anak yang terkena diabetes melitus akan lemas apa adanya.

Tapi jika seorang anak tersebut mager sebenarnya anak tersebut masih punya energi dan kelihatan energetic hanya mals gerak saja.

Perubahan perilaku pada anak seperti sering gelisah, marah dan sulit mengendalikan emosi, perubahan mood pada anak yang sering emosi dan juga gampang marah merupakan tanda atau gejala anak tersebut terkena diabetes melitus.***(Faizzatun Nazira)

Rekomendasi