

InNalar.com – Sifat mengeluh adalah sifat alami yang dimiliki oleh manusia, dan hati manusia senantiasa mengeluh atas banyak hal ia alami.
Namun, sebenarnya sifat mengeluh ini adalah sifat yang tidak terpuji. Menyebabkan hati selalu tidak bersyukur atas segala hal yang telah Allah berikan kepadanya.
Menjauhkan diri dari sifat mengeluh adalah suatu kebaikan yang ingin kita kejar dalam kehidupan.
Beriring dengan itulah, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan petunjuk yang mengajarkan kita cara untuk meraih ketenangan jiwa melalui nasehat kepada sahabat Wasibah radhiyallahu Anhu.
Nabi Saw memberikan nasehat kepada salah satu sahabatnya yang bernama Wasibah R.a. sahabat ini mengeluhkan kondisi hatinya yang kadang-kadang tidak tenang.
Maka nabi Saw berkata kepada beliau “Coba kau tanyakan fatwa tersebut kepada dirimu wahai wasibah. Dan tanyakan pula kepada hatimu.”
Ketahuilah bahwa kebaikan-kebaikan dan ketaatan- ketaatan yang kau sibuk lakukan itu akan membawa kepada ketenangan jiwa, dan akan menenangkan hatimu.
Dosa itu selalu membuat engkau gelisah dan membuat jiwa itu tidak tenang serta hati itu selalu tergoncang walaupun engkau telah diberikan fatwa oleh para manusia.”
Dalam hal ini, hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa hadis ini hanya berlaku untuk sesuatu yang belum jelas hukum halal haramnya.
Jika sebuah hal sudah jelas halal atau haram, maka kita tidak perlu merujuk ke dalam hati kita lagi.
Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan penjelasan hadits wasibah ini atau yang semakna dengannya menunjukkan agar kita selalu menunjuk pada hati jika ada keraguan.
Baca Juga: Pilih Masuk Surga Dipaksa atau Neraka karena Sukarela? Ini Jawaban Inspiratif Ustadz Abdullah Zaen
Jika jiwa dan hati tenang maka itu suatu kebaikan dan kehalalan. Namun, jika hati dalam keadaan gelisah maka itu berarti dalam suatu dosa dan keharaman.
Hadits wasibah ini di tunjukkan untuk perkara yang kurang jelas halal dan haramnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebuah hal sudah jelas halal atau haram, maka kita tidak perlu merujuk ke dalam hati kita lagi.
Ibnu Qayyim rahimahullah didalam salah satunya, menyebutkan bahwa, bertambahnya dosa dapat menutupi hati seseorang.
Apabila seseorang melakukan dosa berulang kali dan merasa senang dengan dosa tersebut, dia tidak akan mengenal kesadaran.
Contohnya, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika seseorang berbuat dosa, akan ada titik hitam yang muncul di hatinya dan jika dia terus melakukan dosa, titik hitam tersebut akan terus menutupi hatinya hingga kesadaran sulit datang kepadanya.
Cara untuk menghilangkan mengeluh atau keluh kesah ini, terdapat pada surah al-Ma’arij ayat 19 sampai 35
Dalam surah ayat-ayat ini Allah Swt memberikan kita panduan mengenai sifat-sifat orang yang bisa lolos dari keluh kesah dan kikir.
Baca Juga: Jangan Overthinking, Obat Jitu Rasa Cemas Berdasarkan Al-Qur’an Menurut Ustadz Adi Hidayat
Berikut ini beberapa sifat yang disebutkan dalam surah tersebut:
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat di atas akan selamat dari sifat keluh kesah dan mereka akan kekal di surga, seperti yang Allah janjikan pada ayat 35.
Mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan Al-Quran, kita dapat mencapai ketenangan jiwa dan menjauhkan diri dari sifat keluh kesah.
Dengan menjaga salat, memberikan sedekah, memelihara kehormatan diri, serta menjaga amanat dan kebenaran, kita akan membawa diri kita semakin dekat kepada Allah dan meraih kebahagiaan. ***