

inNalar.com – Keberpihakan Amerika Serikat (AS) mulai dipertanyakan setelah kini mulai memperhatikan korban perang di Palestina usai sebelumnya getol bela Israel.
Amerika Serikat diketahui menjadi salah satu negara yang memang jor-joran membela Israel saat perang melawan Hamas di Gaza, Palestina.
Bahkan Amerika Serikat memberikan sokongan berupa dana maupun senjata untuk Israel.
Keberpihakan AS pun sempat menuai protes dari masyarakat dunia, termasuk di negaranya sendiri.
Baca Juga: Hujatan Netizen Indonesia Bikin Tentara Israel Ketar-Ketir, Berakhir Permintaan Maaf ke Palestina?
Namun baru-baru ini keberpihakan mereka dipertanyakan setelah AS menyatakan mereka mengkhawatirkan masyarakat sipil yang ada di Gaza.
Melansir dari Al Jazeera, hal ini diungkapkan oleh Antony Bliken selaku Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Bliken menekankan kepada Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel bahwa perlunya melindungi warga sipil di Gaza Selatan.
Tempat tersebut menjadi tempat pengungsian setelah Israel mulai menyerang wilayah tersebut.
Blinken mengatakan bahwa penting untuk mempertimbangkan kebutuhan perlindungan kemanusiaan dan sipl di Gaza Selatan sebelum melakukan operasi militer.
Amerika Serikat juga mendesak Israel untuk memperhatikan langkahnya demi menghindari kerugian bagi masyarakat sipil.
Selain itu, Blinken diketahui melakukan akan pertemuan dengan Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina di Ramallah.
Sementara itu, Israel sendiri menolak untuk menerima tiga jenazah tawanan yang tewas akibat serangan udara mereka sendiri.
Mohammad Nazzal selaku anggota Hamas mengatakan pihaknya siap menyerahkan tiga jenazah tersebut, namun Israel menolaknya.
Hamas sendiri juga mengatakan siap melakukan gencatan senjata permanen, namun pihak lawan juga masih menolaknya.
Hamas menilai bahwa saat ini masih ada perpecahan dalam pemerintah Israel baik di lembaga potik maupun militernya.
Sehingga sampai saat ini mereka belum memutuskan apakah siap menghentikan perang atau melanjutkannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi