

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah merampungkan penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur.
Proyek yang diproyeksikan sebagai destinasi unggulan dengan infrastuktur berkualitas baik tersebut saat ini pembangunannya masih dalam tahap I.
Adapun proyek unggulan di KSPN Bromo Tengger Semeru yakni Jembatan Kaca yang dibangun dengan nilai anggaran fantastis.
Anggaran pembangunan Jembatan Kaca di Kawasan Bromo Tengger Semeru adalah senilai Rp15 miliar.
Diketahui, pekerjaan pembangunan jembatan senilai miliaran rupiah tersebut dibangun dengan panjang sekitar 120 meter.
Terkhusus pada proyek ini, pelaksananya adalah Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS), Direktorat Jenderal Bina Marga.
Menurut penuturan Kepala BGTS Fahmi Aldiamar, seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, menyatakan bahwa jembatan tersebut telah melalui uji beban (loading test).
Loading Test sendiri dilakukan untuk menguji performa struktur dan keamanan jembatan kedepannya.
Sehingga, dengan adanya loading test ini, pihak berwenang mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi para wisatawan setelah nantinya benar-benar telah dioperasikan.
Menurut halnya yang disampaikan oleh Fahmi Aldiamar, dari hasil uji beban, Jembatan Kaca Bromo, di Jawa Timur mampu memilikul beban hingga 8,4 Ton, atau setara dengan 100 orang.
Tidak tanggung-tanggung, ternyata proyek Jembatan Kaca Bromo tersebut menggunakan bahan kaca yang bertipe kuat.
Bahan kaca yang digunakan untuk Jembatan Kaca Seruni Point ini mirip dengan kaca tipe tempered glass menggunakan dua lapis.
Kemudian, bahan kaca yang bagian atasnya dan bagian bawahnya direkatkan dengan matrial SGP (Sentry Glass Plus).
Sebagai antisipasi, Kementerian PUPR juga menyampaikan bahwa Jembatan Kaca Seruni Point di Jawa Timur ini dilengkapi dengan akses jalur penyelamatan dan jalur evakuasi.
Berdasarkan informasi terbaru, saat ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur masih dalam tahapan audiensi terkait rencana pengelolaan Jembatan Kaca tersebut.***